oleh

Dinas Peternakan Galakan Program Inseminasi Buatan

-Manokwari-528 views

MANOKWARI-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat sedang menggalakan program inseminasi buatan atau kawin suntik bagi pengembangan ternak sapi. Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov Papua Barat, drh. Festus Fatem mengatakan, program kawin suntik ini dimaksudkan untuk mendapatkan sapi unggul seperti jenis Brahma dikawin-suntik dengan sapi Bali.

“Kita lagi insentif lakukan kawin suntik. Kita harapkan dalam lima tahun ke depan, sapi-sapi di Papua Barat ini seperti jenis Brahma,” kata Fatem kepada wartawan.

Sapi kurban dari Presiden RI Joko Widodo merupakan hasil kawin suntik sapi Brahma dan sapi Bali berbobot 500 kg, harganya cukup mahal mencapai Rp 35 juta ke atas. Program inseminasi buatan ini galakkan di wilayah Prafi, Masni dan Sidey. “Ukurannya besar jadi harganya mahal, tidak seperti sapi Bali. Sebagian petani di Prafi, Masni dan Sidey melakukan program kawin suntik sapi,” katanya.

Dijelaskan, teknis kawin suntik memasukkan mani (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut ‘insemination gun’. Tujuan Inseminasi buatan memperbaiki mutu genetika ternak, tidak mengharuskan pejantan unggul untuk dibawa ke tempat yang dibutuhkan sehingga mengurangi biaya.

“Beberapa hal yang didapatkan dari teknologi inseminasi buatan adalah menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan, dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik, mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina. Dengan peralatan dan teknologi yang baik sperma dapat simpan dalam jangka waktu yang lama,” pungkasnya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed