oleh

Dilewati Jalur Sesar, Sorong Waspada Bencana

SORONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong meminta masya­rakat mewaspadai pergerakan sesar atau ­patahan di wilayah Papua Barat yang menyebabkan terjadinya gempa bumi. Patahan lempengan bumi di Papua Barat ini pergerakannya yang sangat aktif, hal inilah yang berpotensi rawan terjadi gempa bumi tektonik.

“Bencana gempa bumi dan tsunami ini tidak bisa diprediksi. Dari informasi yang masyarakat dapat dari media, misalnya beberapa waktu lalu terjadi gempa di Bintuni, satu hari bisa terjadi 5 kali gempa skala kecil tidak terlalu berdampak tetapi kita harus waspada,” kata Kepala BPBD Kota Sorong, Herlin Sasabone kepada Radar Sorong, Selasa (2/2).

Dikatakannya, Papua Barat ini berada dalam dua sesar. Sesar Ransiki dan sesar Sorong yang terbesar dan mempunyai dampak yang besar dan berpotensi tsunami. ”Kita tahun 2009 dan 2015 itu terjadi gempa 6 SR saja kita sudah hancur, apalagi bila gempanya 8 SR sehingga masyarakat perlu waspada,” jelasnya.

Herlin mengatakan, pemerintah telah berupaya menyediakan rambu-rambu bencana, rambu-rambu evakuasi titik kumpul, jalur evakuasi dan lain sebagainya. Pihaknya meminta masyarakat untuk menjaga rambu-rambu tersebut, sebab pemasangan rambu-rambu mulai dari Saoka hingga Kilo 18 dipasang sudah melalui penelitian dan survey. 

”Kalau rambu-rambu tersebut dirusak, ketika terjadi bencana maka masyarakat akan bingung sendiri mau ke mana dan mau berkumpul di mana. Ini juga bagian dari upaya yang kita buat saya masyarakat tenang ketika terjadi bencana. Intinya bencana apapun yang terjadi kita harus tenang menghadapinya, kemudian sudah harus tanggap,” ucapnya.

BPBD Kota Sorong lanjut Herlin, terus mengimbau kepada masyarakat untuk waspada, dan selalu menjaga pola hidup, bagaimana berperilaku dan kebiasaan terhadap lingkungan. ”Bencana banjir dan longsor terjadi bisa kita tahu dan waspada dari curah hujan dan intensitas curah hujan yang tinggi. Maka mereka yang ada di kawasan yang rawan banjir dan rawan longsor harus berhati-hati. Berbeda dengan gempa dan tsunami,” ujarnya.

Program BPBD tahun 2021, Herlin mengatakan tetap mengacu kepada tupoksi penanggulangan bencana sehinggah nanti akan dilakukan sosialisasi. Pihaknya juga akan melakukan rapat koordinasi yang akan dibuat dalam bentuk coffee morning melibatkan TNI, Polri, ada juga pengusaha swasta dan perbankan. ”Semuanya bertujuan untuk membina hubungan baik dalam upaya penanggulangan bencana di Kota Sorong, karena bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja tetapi tanggung jawab semua pihak,” pungkasnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed