oleh

Dihubungi dari Lapas, AF jadi Terdakwa Kasus Narkoba

-Metro-47 views

SORONG-Salah satu warga binaan Lembaga Permasyarakat (Lapas) Sorong berinsial FH disebut sebagai dalang atau orang yang menyuruh terdakwa AF untuk mengambil paket berisikan Narkotika jenis sabu-sabu yang berasal dari Bogor di salah satu jasa penitipan barang di Kota Sorong. Hal tersebut, berdasarkan pengakuan dari AF saat menjalani menjalani sidang di ruang Cakra Pengadilan Sorong pada Senin (12/4).

Mengetahui dugaan salah satu warga binaannya sebagai dalang, Kepala Lapas Sorong, Gustaf Rumaikewi, SH.,MH saat dikonfirmasi Koran ini pada Rabu (14/4) menjelaskan sebelumnya ia pernah dihubungi oleh pihak Polda Papua Barat perihal diduga salah satu warga binaan Lapas Sorong yang disinyalir berkaitan dengan kasus yang sementara didalami pihak Polda Papua Barat.

“Sejumlah nama diberikan ke saya, kemudian yang bersangkutan sudah saya panggil dan saya tanyakan kapan dilakukan dan tempatnya dimana, berdasarkan keterangan bahwa disampaikan sebelum saya masuk di Lapas Sorong, mereka lebih leluasa untuk meminta teman mereka agar menjemput Narkoba itu. Tapi hingga saat ini belum ada keputusan hukum jadi kami tidak bisa menuduh,”jelasnya kepada Radar Sorong, kemarin.

Diakui Gustaf setelah ia dipindahtugaskan ke Lapas Sorong, ia mulai melakukan pengetatan sebab Lapas Sorong terkenal dengan penredaran Narkoba serta masalah diatas masalah. Oleh karena itu, langkah-langkah pemberantasan peredaran gelap Narkotika serta obat-obat terlarang dilakukan. Di Lapas Sorong, sudah banyak dilakukannya, dimana beberapa kali ia gagalkan penyeludukan Narkotika ke Lapas.

“Hingga kini tidak ada yang berani lagi setelah 4 kali percobaan memasukan narkoba ke Lapas Sorong yang kami tangkap. Kami juga telah membentuk satuan operasional kepatuhan internal yang bertugas melakukan pemeriksaan terhadap narapidana dan juga petugas,”tuturnya.

Sebelumnya, terdakwa kasus Narkotika berinsial AF mengakui dihubungi oleh FH yang berada didalam Lapas Sorong karena terjerat kasus Narkotika untuk mengambil sebuah paket kiriman dari Bogor melalui jasa penitipan, diakui AF ia tidak tahu bahwa paket tersebut adalah narkoba jenis sabu-sabu.

“Saya juga tidak tahu dari mana FH mendapatkan nomor handphone saya. Itu yang sampai sekarang saya belum tahu, dari mana dia bisa dapat saya punya nomor, “aku terdakwa.

Untuk diketahui terdakwa AF ditangkap pada 13 November 2020 sekitar pukul 15.20 WIT di kantor salah satu jasa penitipan di Kota Sorong. Terdakwa AF sendiri diamankan oleh anggota Dires Narkoba Polda Papua Barat di jasa pengiriman barang tersebut

Atas perbuatannya, terdakwa diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1)  subsider pasal 112 Ayat (2) dan pasal 127 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed