oleh

Diduga Covid-19, Satu Tahanan Meninggal

**Sembilan Tahanan Polres Sorong Kota Reaktif Covid-19

SORONG – Sembilan tahanan di rumah tahanan (Rutan) Polres Sorong Kota reaktif usai dilakukan swab antigen terhadap 99 tahanan di Polres Sorong Kota. Swab antigen dilakukan menyeluruh terhadap seluruh tahanan, setelah salah satu tahanan Polres Sorong Kota berinsial M (37) meninggal dunia diduga positif Covid-19 pada Senin (29/3) malam dan telah dimakamkan dengan protokol kesehatan.

Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH yang dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa ada satu orang tahanan Polres Sorong Kota meninggal dunia karena positif Covid-19. Kapolresta menceritakan kronologi sebelum M menghembuskan nafas terakhirnya, dimana pada hari Sabtu (27/3) M sudah merasakan sakit, kemudian pada hari Minggu (28/3) yang bersangkutan dibawa ke RSAL untuk diperiksa.

“M mengeluh tidak bisa buang air besar katanya sudah 3 hari, kemudian diberikan obat oleh pihak rumah sakit. Karena tidak disarankan untuk rawat inap tetapi rawat jalan, M kemudian dikembalikan lagi ke Tahti Polres Sorong Kota,” jelas Kapolres Sorong Kota kepada wartawan, kemarin.

Kemudian pada hari Senin (29/3) lanjut Kapolres Sorong Kota, petugas kembali memeriksa keadaan M karena setiap hari petugas Polres Sorong Kota memang melakukan pemeriksaan kepada para tahanan sebanyak 2 hingga 3 kali. Saat pemeriksaan, yang bersangkutan mengaku sudah bisa buang air besar (BAB). Namun sorenya M mengigil serta merasakan sesak nafas, sehingga ia dilarikan ke RS Mutiara dan petugas RS Mutiara sempat memberikan bantuan oksigen. “Tetapi M tidak dapat tertolong lagi, sehingga dilakukan rapid antigen ternyata yang bersangkutan dinyatakan reaktif Covid-19,” terangnga.

Dari kejadian tersebut, Polres Sorong Kota melakukan rapid antigen kepada 99 tahanan Polres Sorong Kota. Hasilnya, 9 tahanan reaktif Covid-19. Sembilan tahanan tersebut akhirnya  diisolasikan tersendiri di ruang yang berbeda dari tahanan lainnya. “Kami siapkan ruangan tersendiri untuk isolasi 9 tahanan tersebut dan ruangan pun sudah disemprot,” kata Ary Nyoto Setiawan.

Hingga kini, sambung Kapolres Sorong Kota, pihaknya pun masih mencari tahu penyebab tahanan di Polres Sorong Kota bisa terkonfirmasi positif Covid-19, karena M adalah tahanan lama sejak bulan Januari 2021 terkait kasus narkoba. Selain itu, selama pandemi Covid-19 ini tidak ada pembesukan, tahanan yang baru masuk pun di rapid antigen terlebih dahulu. “Bahkan setelah rapid pun tidak kami gabungkan dulu karena ada masa inkubasinya, sehingga kami tempatkan tahanan baru di ruangan terpisah dengan tahanan lama,” ungkapnya.

Anggota Polres Sorong Kota yang berkontak langsung dengan korban baik yang mengantarkan ke rumah sakit, membantu mengurus pemakaman pun sudah di rapid dan di isolasi mandiri karena dikhawatirkan adanya masa inkubasi. “Karena kalau di rapid sekarang belum tentu positif,” pungkasnya.

Sementara itu, Jubir Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Sorong, Ruddy Laku,S.Pi,MM membeberkan perkembangan data Covid-19 di Kota Sorong pada Selasa (30/3), bahwa pihaknya telah menerima pemeriksaan sampel sebanyak 85 sampel. “Dari 85 sampel tersebut, terdapat penambahan kasus terkonfimasi positif sebanyak 40 orang sehingga total kasus terkonfirmasi positif di Kota Sorong menjadi 2.976 orang. Kemudian ada penambahan sembuh sebanyak 47 orang, sehingga total sembuh menjadi 2,735 orang. Saat ini tingkat kesembuhan di Kota Sorong mencapai 91,90 persen,” beber Ruddy Laku, Selasa (30/3).

Ruddy mengatakan saat ini di Diklat Kampung Salak dikarantina 9 orang pasien. Secara keseluruhan perkembangan data Covid-19 di Kota Sorong yaitu kontak erat 9.095 orang, proses dikarantina 22 orang, discharded 9.073 orang, suspek total 1,484 orang, dalam pemantuan 101 orang, sedang dirawat 36 orang, discharded 1.347 orang, dan probable total 5 orang. “Hasil pemeriksaan terkonfirmasi positif 2.976 orang, hasil pemeriksaan terkonfirmasi negative 6.730 orang dan sembuh 2.735 orang. Sementara jumlah meninggal positif sebanyak 49 orang, meninggal negative 7 orang, dan meninggal probable atau suspek 10 orang,” ungkapnya.

Perkembangan vaksinasi Covid di wilayah Kota Sorong yang dilakukan pada tahap pertama dikhususkan bagi tenaga kesehatan, jumlah dosis pertama telah dilakukan penyuntikan 1.315, dosis kedua 1.279 orang, sehingga total nakes yang sudah divaksin 2.594 orang. Kemudian tahap kedua vaksinasi bagi pelayanan publik pada termin pertama untuk yang berusia 18-59 tahun jumlah dosis pertama 1.662 dan jumlah dosis kedua 1.385, sehingga jumlah total 3.046 dosis. Untuk termin kedua usia 18-59 tahun sudah divaksin dosis pertama sebanyak 917 orang.  “Untuk lansia telah dilakukan penyuntikan dosis pertama termin pertama sebanyak 19 orang dan dosis kedua pada termin kedua 85 orang. Lansia yang sudah divaksin untuk dosis pertama berjumlah 104 orang dan untuk lansia penyuntikan dosis kedua menunggu 28 hari,” katanya.

Walau pun secara nasional jumlah terkonfirmasi positif mengalami penurunan, Ruddy mengimbau masyarakat Kota Sorong selalu melaksanakan protokol kesehatan, dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. “Karena orang yang telah divaksinasi apabila tidak melaksanakan prokes ada kemungkinan tertular dan menularkan. Oleh karena itu mari kita sama-sama menjaga prokes, memakai masker setiap saat, mencuci tangan dan menghindari kerumunan agar virus ini bisa ditekan penyebarannnya di Kota Sorong,” imbanya. (juh/zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed