oleh

Dibangun 4 Tahun Habiskan 1,8 T, jadi Simbol Pembangunan Papua

Dari Peresmian Jembatan Youtefa oleh Presiden RI, Joko Widodo

PRESIDEN RI, Joko Widodo  meresmikan Jembatan Youtefa yang menghubungkan Pantai Hamadi Distrik Jayapura Selatan  dengan Holtekamp Distrik Muara Tami Papua. Dengan panjang rentang jembatan 1.332 meter (732 meter jembatan dan 600 meter pile slab) dan jalan akses jembatan sepanjang 9.950 meter selebar 16 meter, jembatan Youtefa ini menjadi symbol pembangunan Papua.

Albert M, Jayapura.

JEMBATAN yang melintang di atas Teluk Youtefa Jayapura Papua,  diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, ditandai penekanan tombol sirine serta penandatanganan prasasti, disaksikan  Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Gubernur Papua Lukas Enembe, Menteri PUPR  Basuki Hadimuljono, Mendagri Tito Karnavian, dan Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano.

Dibangunnya jembatan yang menghubungkan Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami di Provinsi Papua, menjadi salah satu bukti komitmen Presiden Jokowi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia bagian timur. Jembatan ini merupakan salah satu bukti Presiden tidak setengah hati membangun Papua.  “Jembatan ini menjadi tongak sejarah di tanah Papua, bukan hanya symbol penting yang menyatukan kita, tetapi symbol kemajuan untuk membangun tanah Papua. Tanah Papua harus maju seperti daerah lainnya di Indonesia. Papua adalah surga kecil yang jatuh ke bumi. Kalau dihitung-hitung saya sudah 13 kali ke Papua,” kata Jokowi saat meresmikan Jembatan Youtefa, Senin (28/10).

Saat periode pertama lalu, Jokowi mengatakan sudah  ke pedalaman  Indonesia timur dan mendapati adanya ketimpangan infrastruktur antara  wilayah Indonesia barat, tengah dan timur yang belum tersentuh pembangunan. Karena itu, ia mendorong agar pembangunan infrastruktur di Indonesia timur dilakukan dengan cepat. “Sudah menjadi tugas kita untuk menjaga dan membangun Papua. Itulah kenapa di periode kedua ini, saya dan Pak Maruf Amin, kunjungan kerja pertama yang saya lakukan setelah dilantik adalah mengunjungi tanah Papua, semua itu untuk memastikan Papua dibangun dan tidak dilupakan,” ujarnya.

Jembatan Youtefa yang dibangun selama empat tahun, menghabiskan anggaran Rp 1,8 triliun.  “Jembatan Youtefa hadir sebagai solusi  untuk mengatasi permasalahan kepadatan penduduk di Kota Jayapua, sehingga kawasan Kota Jayapura dapat dikembangan ke arah perbatasan Skouw, serta mempersingkat jarak tempuh dari Kota Jayapura menuju Muara Tami. Jembatan Youeta ini telah menjadi icon baru Jayapura,” tandasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini berharap masyarakat bersama pemerintah daerah, menjaga dan merawat Jembatan Youtefa sebagai salah satu icon Jayapura. Sebab, Jembatan Youtefa juga akan menjadi sarana pendukung dalam pelaksanan PON 2020 mendatang di Papua. “Saya harap masyarakat Jayapura dan pemerintah daerah menjaga jembatan ini, dipercantik dengan lampu dan taman karena sekarang Jembatan Youtefa sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan  dari masyarakat Papua dan dimanfaatkan dengan baik untuk mengembangkan wisata bahari yang ada di Teluk Youetfa,” pungkasnya.

Walikota Jayapura Dr. Benhur Tommy Mano mengakui ada beberapa usulan nama jembatan yang kemudian diputuskan oleh Presiden Jokowi. “Soal nama itu keputusan Presiden. Ada beberapa nama yang diusulkan, pertama Jembatan Hamadi Holtekamp Papua Bangkit di Teluk Youtefa, ke dua Merah Putih Youtefa, ada juga Papua Bangkit di Youtefa, dan Youtefa. Presiden akhirnya memilih nama Youtefa,” ungkap BTM ~sapaan akrabnya~.

BTM meminta masyarakat Kota Jayapura menjaga kebersihan di atas Jembatan Youtefa. “Jangan buang ludah pinang dan jangan coret-coret, mari kita jaga bersama. Masyarakat akan bangga dengan jembatan ini, yang penting bersih,” pintanya

Berdasarkan rilis Kementrian PUPR  yang diterima Radar Sorong,  dengan diresmikannya Jembatan Youtefa ini, waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw akan lebih cepat dari semula 1,5 hingga 2 jam menjadi sekitar 30-45 menit saja. Selain meningkatkan konektivitas, Jembatan Youtefa juga akan mendorong pengembangan Kota Jayapura ke arah timur, yakni ke arah Skouw.  Di kawasan perbatasan Skouw sebagai embrio pusat pertumbuhan ekonomi kawasan, telah selesai dibangun PLBN dan dilanjutkan dengan pembangunan pasar. Saat ini,  di kawasan Skouw sudah banyak kios yang tersedia, bahkan banyak yang berwisata ke sana.

Keberadaan Jembatan Youtefa juga akan mengendalikan laju perkembangan Kota Jayapura di bagian barat yang berupa pegunungan dan sangat beresiko merusak hutan sebagai daerah tangkapan air bagi keberlanjutan Kota Jayapura. Jembatan ini akan lebih mengarahkan pengembangan Kota Jayapura ke kawasan Koya. 

Pengembangan selanjutnya dari kawasan sekitar Jembatan Youtefa adalah untuk wisata air karena didukung dengan pemandangan teluk dan perbukitan. Jembatan juga akan memperpendek jarak dan waktu tempuh menuju kawasan Koya sebagai venue beberapa cabang olahraga dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. Rencananya juga, Teluk Youtefa ini akan menjadi venue pertandingan dayung PON 2020 Papua.

Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan dan pemasangan bentang utama jembatan sepanjang 433 meter, konstruksi jembatan pendekat sisi Holtekamp sepanjang 600 meter dan jalan akses Jembatan Holtekamp sepanjang 9.950 meter.  Sementara Pemerintah Kota Jayapura telah menyelesaikan pembangunan jalan pendekat sisi Hamadi sepanjang 320 meter. Pembangunannya dikerjakan konsorsium kontraktor PT Pembangunan Perumahan, PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya dengan total anggaran Rp 1,8 Triliun. 

Di Jembatan Youtefa ini merupakan kali pertama pembangunan jembatan dimana pelengkungnya dibuat utuh di tempat lain kemudian dibawa ke lokasi. Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan 2 rekor pada proyek pembangunan Jembatan Youtefa yakni rekor pengiriman jembatan rangka baja utuh dengan jarak terjauh dan rekor pemasangan jembatan rangka baja utuh terpanjang. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed