oleh

Di Malanu, 4 Rumah Terbakar

SORONG – Tiga bangunan rumah guru berserta satu unit rumah warga yang terletak di samping SD 102 Malanu, Kota Sorong  Selasa  kemarin (15/2)  pukul 01.00 WIT dini hari ludes dilahap si Jago Merah. Sehingga total 4 unit rumah yang terbakar. 

Diduga, api bersumber dari satu unit rumah milik warga yang terletak bersebelahan dengan rumah guru. Untung saja tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran ini.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Pantauan Koran ini, tiga unit rumah tersebut kini hanya menyisakan puing-puing senk serta debu bekas batu tela dan beberapa perabotan yang ­terbakar hangus seperti lemari besi, tempat air galon dan beberapa perabotan, surat-surat berharga dan alat elektronik milik para guru.

Salah satu korban, Arter mengungkapkan kini ia harus mencari rumah untuk tinggal sementara, lantaran rumah yang ia tinggali bersama kakak perempuannya bernama Florences Soselisa berserta adiknya rata dengan tanah tanpa meninggalkan sedikit bangunan pun. Diakui Alter, kakak perempuannya merupakan salah satu guru di SD 102 tersebut dan saat kejadian kakaknya sedang berada di kampung halaman.

“Saya tidak tahu lagi, bingung soalnya. Semuanya surat-surat berharga milik saya pun terbakar habis padahal sempat saya selamatkan. Beruntung sepeda motor dan dua kulkas bisa diselamatkan serta beberapa helai pakaian,”jelasnya kepada Radar Sorong, kemarin.

 Alter pun menceritakan awal mula kejadian kebakaran, dimana saat itu sekitar pukul 01.00 WIT ia sedang berada di ruang tamu dan bermain handphone, tiba-tiba adik perempuannya berteriak dan keluar dari kamar sambil menangis dan mengatakan ada kebakaran dari rumah milik salah satu warga yang hanya berbataskan tembok dan tempat berada disamping rumahnya. 

“Kemudian api tiba-tiba dengan cepat langsung membakar rumah saya yang pertama kemudian ke rumah guru lainnya,”ujarnya.

 Menurut Alter berdasarkan informasi yang ia dengar, kebakaran tersebut terjadi lantaran ada salah satu warga yang membakar sepeda motor sehingga rumah tersebut pun terbakar dan berakibat pada tiga rumah guru pun ikut terbakar.

“Jadi, rumah kami terbakar itu mulai dari tempat air galon yang memang berdekatan dengan rumah warga itu walaupun terpeleh tembok,”ungkapnya.

Selanjutnya, sambung Alter semua barang terbakar habis bahkan surat-surat penting pun terbakar tanpa tersisa sebab api berkobar selama 3 jam lamanya yakni mulai pukul 01.00 hingga 03.30 WIT. Alter pun tidak dapat menghitung jumlah kerugian yang dialaminya maupun para tetangganya. Selama tiga jam api berkobar, warga membantu memadamkan dengan menggunakan alat seadanya dan air sumur.

“Kebakaran itu, mulai jam 01.00 dari arah rumah itu, kemudian rumah saya dan setelah itu pukul 02.00 sampai 03.00 WIT dua rumah guru pun terbakar. Mobil Pemadam Kebakaran datang ketika kita punya rumah sudah rata dengan tanah dan itu sangat saya sesali, kemudian saya heran kenapa Mobil kebakaran datang dan airnya cuma setengah lagi,”ungkapnya.

 Beruntungnya, dalam kebakaran ini tidak ada korban jiwa dan para guru berserta perabotan yang berhasil diselamatkan kini diungsikan di salah satu ruangan di SD 102. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed