oleh

Di Kotsor, Kasus Positif Corona 74 Kasus

-Metro-159 views

SORONG- Perkembangan Covid-19 di Kota Sorong (Kotsor) kini terus meningkat, hampir setiap hari Gustu Percepatan penanganan Covid-19 terus merilis penambahan kasus. Tanggal 17 Juni 2020, ada penambahan satu pasien positif lagi sehingga total keseluruhan saat ini sudah 74 kasus positif.

Jubir Gustu Percepatan Penanganan Covid-19, Ruddy R. Lakku menjelaskan, penambahan satu kasus tersebut berstatus OTG dengan inisial BTI (32) berjenis kelamin laki-laki. 

“Satu OTG positif ini diperiksa di laboratorium Rumah Sakit Rujukan Kampung Baru,” jelasnya.

Sehingga hasil pemeriksaan negative yang telah dilakukan menjadi 254 orang. Sedangkan pemeriksaan laboratorium sampai saat ini bertambah menjadi 458 orang. Kemudian secara keseluruhan data perkembangan covid-19 per tanggal 17 Juni 2020, yakni Orang Tanpa Gejala (OTG) berjumlah 342 orang, naik 2 orang dari tanggal 16 Juni. Orang Dalam Pemantauan (ODP) 229. ODP selesai pemantauan 158, ODP sedang proses pemantauan 71 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 47 orang, juga mengalami peningkatan dibandingkan 16 juni kemarin sebanyak 3 orang. PDP selesai pemantauan 39 dan sedang dalam pemantauan menjadi 8 orang. Pasien meninggal sebanyak 11 orang.

Ia mengungkapkan, Gustu Covid-19 Kota Sorong juga telah menerima hasil pemeriksaan sampel dari Balitbangkes Makasar yang dikirim beberapa hari lalu, ada sekitar 145 sample yang dikirim dan sudah 6 sample yang keluar, dan hasilnya semua negatif. Sementara itu, sambung dia, sisanya masih dalam proses pemeriksaan dan akan kembali dirilis ketika hasilnya sudah keluar.

“Kita bersyukur bahwa 6 sampel yang kita terima semuanya negatif. Dan tinggal menunggu yang lainya sementara dalam proses pemeriksaan,” ungkapnya.

ari total keseluruhan sample yang telah dilakukan pemeriksaan untuk seluruh Kota Sorong, kata dia saat ini sudah 458 orang, dan yang negatif 254 orang. 

Dengan penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Sorong, Ruddy berharap masyarakat tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat di lingkungannya. “Saya kira masyarakat juga tetap menghindari keramaian guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Penanganan penyebaran Covid di kota Sorong menjadi tanggung jawab semua pihak, bukan hanya tanggung jawab pemerintah,” harapnya.

Ia juga mengungkapkan, asrama Haji Kota Sorong direncanakan akan digunakan sebagai tempat karantina terpusat bagi pasien covid-19 yang telah menunjukkan hasil negatif pada pemeriksaan swab pertama. 

Saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Papua Barat. Agar secepatnya gedung asrama haji bisa digunakan untuk menampung pasien negatif yang dimaksud. “Kami sedang menjajaki untuk meminjam asrama haji dan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka bisa menerima. Untuk pasien yang telah melakukan pemeriksaan sampel negatif pertama kali, maka akan dipindahkan ke asrama haji jika tempatnya sudah clear,” ungkapnya.

Menurutnya alasan yang melatarbelakangi rencana tersebut yaitu kondisi tempat karantina terpusat di Kota Sorong hanya satu yakni balai Diklat Kampung Salak, di situ digabungkan antara orang yang positif dan adapun yang sudah pemeriksaan sampel pertama negatif, sehingga diupayakan dipisahkan agar proses pengontrolannya bisa terpusat.

“Sehingga ketika dilakukan pemeriksaan sample kedua dan dinyatakan negatif maka kita pulangkan karena sesuai Aturan WHO harus dua kali pemeriksaan sample negatif baru bisa dikatakan sembuh,” jelasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed