oleh

Di Kota Sorong, Difteri Renggut Jiwa

-Metro-970 views

SORONG-Penyakit Difteri merenggut nyawa salah satu anak yang ada di Kota Sorong, hal ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Herman S. Kalasuat, S. ST kepada wartawan di ruang kerjanya (23/10).

Ia menjelaskan, dengan adanya temuan tersebut, pihaknya telah menginvestigasi dan intervensi langsung melalui tim investigasi dari provinsi dan kota. Selanjutnya dilakukan pengambilan sample dan di kirim ke Surabaya, hasilnya memang positif Difteri.

“Pihak rumah sakit sudah melakukan pelayanan dengan maksimal, namun kemungkinan gejalanya sudah cukup parah atau berat dan lama. Sebab dia (anak yang terkena Difteri) terserang cepat, biasanya karena imunisasinya tidak lengkap,” jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil investigasi dan pemeriksaan dari buku imunisasi anak yang meninggal diduga karena Difteri, ternyata imunisasi anak tersebut tidak full atau tidak lengkap. Hal ini yang mengakibatkan kondisi anak tersebut dengan mudah terserang difteri dan meninggal dunia.

“ Petugas kami sudah mendatangi anak tersebut, mengecek kasus dan melakukan intervensi dengan memberikan obat Anti Difteri Serum (ADS), namun sayangnya sudah terlambat,”tuturnya.

Pada hari Minggu 20 Oktober 2019, sambungnya, juga ditemukan lagi kasus suspect Difteri pada anak di wilayah Kota Sorong. Namun anak tersebut telah di intervensi dengan pemberian obat ADS dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RS Kasih Herlina. 

“Berdasarkan status imunisasi, anak yang suspect Difteri dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Herlina itu lengkap. Kami sudah mengecek dan kondisi anak yang diduga suspect Difteri ini sudah agak membaik,”ujarnya.

Tidak hanya itu,  petugas juga  berusaha masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan vaksin Difteri kepada anak-anak, agar bisa terhindar dari penyakit mematikan itu termasuk di sekitar tempat tinggal anak yang telah meninggal karena di duga mengidap penyakit Difteri tersebut.

“Imunisasi dinilai sebagai sarana pencegahan terbaik agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri terutama mulai 0-12 bulan. Karena Difteri tergolong penyakit menular berbahaya dan berpotensi mengancam jiwa, namun bisa dicegah melalui imunisasi, dan penanganan yang tepat,”ujarnya.

Penyakit Difteri disebabkan oleh bakteri bernama Corynebacterium Diphtheria, yang dapat menyebar dari orang ke orang. Dimana seseorang bisa tertular Difteri bila tidak sengaja menghirup atau menelan percikan air liur yang dikeluarkan penderita saat batuk atau bersin. Penularan juga bisa terjadi melalui benda yang sudah terkontaminasi air liur penderita, seperti piring, gelas dan sendok.

“Difteri dapat dialami oleh siapa saja. Namun, risiko terserang Difteri akan lebih tinggi bila tidak mendapat vaksin Difteri secara lengkap. Selain itu, Difteri juga lebih berisiko terjadi pada orang yang hidup di area padat penduduk atau buruk kebersihannya,” ungkapnya.

Menurutnya, gejala Difteri seperti sakit tenggorokan, suara serak, batuk, pilek, demam. Kenudian menggigil, lemas dan muncul benjolan di leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

“Untuk pencegahan Difteri dapat dicegah dengan imunisasi DPT, yaitu pemberian vaksin Difteri yang dikombinasikan dengan vaksin tetanus dan batuk rejan (pertusis). Imunisasi DPT termasuk dalam imunisasi wajib bagi anak-anak. Pemberian vaksin ini dilakukan pada usia 2, 3, 4, dan 18 bulan, serta pada usia 5 tahun,” terangnya.

Gejala penyakit Diferi ini yakni demam ringan, kemudian pada tenggorokan ada semacam cairan putih seperti ingus yang menempel dan membuat anak kesulitan bernafas dan ketika dilepas akan berdarah. Ketika menelan makanan pun terasa sakit dan leher seperti leher sapi atau bisa di sebut Bonek.

“Difteri merupakan infeksi bakteri pada hidung dan tenggorokan walaupun tidak menimbulkan gejala, penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya selaput abu-abu yang melapisi tenggorokan dan amandel. Jadi kami mengimbau agar mulai saat ini, para orang tua yang ada di Kota Sorong tidak menolak imunisasi kepada anak. Karena imunisasi sangat penting dilakukan agar terhindar dari penyakit Difteri,”pungkasnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed