oleh

Di Kota, Laka Terbanyak Pengaruh Miras

-Metro-255 views

SORONG-Angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Sorong Kota tahun 2020 tercatat 125 kasus Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas). Dari kecelakaan tersebut merengut nyawa 16 orang, luka berat 18 orang dan 90 orang luka ringan.

Kepala Satuan Lantas Polres Sorong Kota, AKP Ade Luther Far-Far, S.IK menerangkan, dari 125 kasus laka lantas murni, kerugian material yang dialami korban mencapai Rp 416 juta. Diakuinya, dari ratusan kecelakaan rata-rata diantaranya adalah pengguna sepeda motor.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Penyebab utamanya adalah pengendara tidak konsentrasi saat mengendarai karena dipengaruhi minuman keras (Miras) saat berkendara,”jelasnya kepada Radar Sorong, Senin (14/12).

Meskipun demikian, ada penurunan sebesar 20 persen dari jumlah Laka Lantas murni tahun 2020 bila dibandingkan tahun 2019. Artinya, tingkat kecelakaan di Kota Sorong mengalami penurunan di tahun 2020. Namun, justru yang meningkat adalah pelanggaran Lalu lintas.

“Angka pelanggaran Lalu Lintas meningkat karena pada masa pandemi Covid-19  beberapa kegiatan kepolisian lebih menekankan kepada kegiatan preventif, Kami sering melaksanakan kegiatan sosialisasi dengan harapan masyarakat akan lebih tertib 100 persen,”ungkapnya.

Namun, menurutnya sosialiasi seperti penggunaan helm maupun maskert justru tidak membuat masyarakat tertib, justru dengan adanya penilangan yang dapat membuat masyarakat tertib. Sementara kegiatan penilangan cenderung turun hingga 90 persen, namun Ia selalu mengingatkan anggotanya untuk menilang masyarakat yang ditemukan tidak menggunakan helm serta melakukan pelanggaran lainnya 

“Apalagi pengendara dalam kondisi mabuk malam atau sore hari tetap kami amankan. Jadi, penilangan bisa saja dilakukan tanpa adanya surat tilang, bahkan anggota saya selalu saya suruh membawa blanko tilang apalagi menjelang Natal dan tahun baru ini,”ungkapnya.

Pihaknya juga akan menjadwalkan Satuan Lantas Polres Sorong Kota untuk melaksanakan penindakan dengan sasaran pengendara yang tidak menggunakan helm, knalpot-knalpot yang tidak sesuai standar karena adanya  keluhan masyarakat yang merasa risih dengan bunyi dari suara knalpot

Ia  mengimbau agar masyarakat mengutamakan tata tertib dalam berkendara,  kemudian bila ada kegiatan keluarga maka lakukan di rumah masing-masing, jangan melakukan kegiatan  yang negatif, misalnya  minum minuman keras kemudian  mengendarai kendaraan. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed