oleh

Di Kabsor 4 Kampung Hadirkan Sikim

-Metro-360 views

AIMAS– Pemerintah Kabupaten Sorong akhirnya memiliki 4 Kampung Sentra Industri Kecil dan Menengah (Sikim) sebagai pilot project. Keempat Kampung Sikim tersebut dilaunching pada Rabu (30/10) di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sorong. 

Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru,S.H.,M.Si melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Suroso,S.IP.,M.AP menyampaikan apresiasi atas binaan yang dilakukan oleh Disperindag Kabsor terhadap kelompok industry kecil dan menengah di Kabupaten Sorong. 

Menurutnya, pengembangan Sikim merupakan upaya pembangunan ekonomi di daerah dengan cara mengembangkan produk-produk unggulan. “Kami harap industri ini dapat diteruskan dan operasional dengan baik, melalui SK yang diperoleh jangan hanya dijadikan sebagai aspek legalitas, tetapi operasional yang lebih penting,” jelasnya. 

Suroso turut mengapresiasi keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam pembentukan Sikim tersebut. Diharapkan, melalui Sikim, OAP dapat terus dilibatkan sebagai pemilik atas Sumber Daya Alam (SDA) yang ada dengan memanfaatkan SDA yang ada selama ini. “Sumber daya ala mini memang harus dimanfaatkan, sehingga memberikan nilai ekonomis bagi pemilik wilayah sendiri,” ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Industri Logam, Mesin dan Kimia, Disperindag Kabupaten Sorong, Marzuki S.E menyampaikan, pembentukan Kampung Sikim sendiri berawal dari evaluasi yang dilakukan selama ini. Dimana, pelatihan yang dilakukan hanya memberikan hasil yang kecil, termasuk pemberian bantuan yang tidak dipergunakan secara maksimal.

“Contohnya, kalau kami beri pelatihan kepada 29 orang, yang berhasil paling hanya 3 atau 5 orang, sementara bantuan yang diberikan juga tidak efektif karena digunakan oleh 1 orang yang berujung diperjual belikan,” jelasnya. 

Berdasarkan evaluasi tersebut, dibentuklah sentra industri di beberapa daerah yang memiliki beragam potensi, yakni Kampung Klaru dengan industri keripik, Kampung Klasmelek dengan industri Jamur, Kampung Makbalim dengan industri Gula Merah dan Kampung Yeflio untuk industri Sagu. “Keempatnya ini masih eksis berproduksi, namun beberapa terpencar yang kemudian disatukan untuk dibentuk pilot projet,” jelasnya. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed