oleh

Desersi, 9 Polisi Dipecat

MANOKWARI – Banyak yang ingin menjadi anggota Polri, tetapi 9 orang ini menyianyiakan kesempatan menjadi abdi negara dengan melakukan pelanggaran. Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs Herry Rudolf Nahak bertindak tegas mengeluarkan keputusan pemecatan atau PTDJ (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) terhadap 9 anggotanya.

Perhentian tidak dengan hormat dilangsungkan dalam upacara di halaman Polda Papua Barat, Selasa (3/12). Dilaksanaan bersamaan dengan pemberian perhargaan kepada 5 anggota polisi yang melaksanakan tugas dengan baik, mengungkap kepemilikan senjata api dari masyarakat.

Umumnya anggota polisi yang di-PTDH karena pelanggaran desersi atau meninggalkan tugas tanpa keterangan jelas dalam waktu lama, bahkan sampai 1 tahun. Dari 9 yang dipecat, salah satunya seorang polisi wanita (Polwan).

Adapun 9 anggota polisi yang dipecat tak terhormat yakni Bripda FRRE sebelumnya bertugas di Direktorat Reskrimsus Polda Papua Barat atas pelanggaran disersi, Bripda CMS  bertugas di Direktorat Pamobvit Polda Papua Barat, melakukan pelanggaran disersi. Bripda SS bertugas di Direktorat Pamobvit Polda Papua Barat, bertugas di  Yanma Polda Papua Barat Barat, melakukan pelanggaran disersi. Brigpol LFK, Bintara Satuan Sabhara Polres Sorong Selatan, pelanggaran disersi, Brigpol EO, Bintara Polsek Ayamaru Polres Sorong Selatan, pelanggaran disersi.

Brigpol EDS, Bintara Polsubsektor Sawiat Polres Sorong Selatan, pelanggaran disersi. Brigpol DYRS, Bintara Bagian Sumda Polres Raja Ampat, melakukan pelanggaran disersi. Brigpol IW, Polwan bertugas di Satuan Sabhara Polres Raja Ampat, melakukan pelanggaran disersi dan Bripda PMW, bertugas di Sabhara Polres Sorong Kota, melakukan pelanggaran disersi.

Pemberhentian tidak dengan hormat 9 anggota polisi tersebut ditetapkan dalam Keputusan Kapolda Papua Barat Nomor : Kep/329.S.D. 337/X/2019. Sebelumnya mereka menjalani sidang kode etik.  Pada saat upacara PTDH, hanya 2 anggota yang hadir dikawal Provost. Pemberhentian ditandai pelepasan atribut polisi, topi, dan baju coklat. Kapolda melepas topi dan baju, selanjutnya 2 perwakilan polisi  yang diberhentikan, dipakaikan baju batik.

Kapolda mengatakan, sebenarnya dirinya tak tega memutuskan pemberhentian 9 personel ini. Namun, setelah melalui pertimbangan matang, akhirnya langkah tegas harus diambil demi pembinaan dan  pembelajaran terhadap anggota yang lain untuk perbaikan. “Mayoritas yang di-PTDH hari ini adalah karena disersi. Disersinya (meninggalkan tugas tanpa keterangan) bahkan tak tanggung-tanggung 1 tahun,” tegas  Kapolda.

Herry Nahak beranggapan, anggota polisi yang tidak masuk kerja sekian lama sama dengan saja tak ingin lagi bertugas di Kepolisian. “Simpel saja kita mengartikannya. Sementara kita yang bertugas untuk memberi perlindungan, mengayomi masyarakat harus hadir setiap saat 24 jam  untuk terus memberikan pelayanan,” tutur perwira tinggi Polri dengan bintang satu di pundak ini. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed