oleh

Desak-desakan Ambil Formulir Los Pasar Modern

SORONG – Pedagang Pasar Boswesen berdesakan untuk mengambil formulir untuk mengisi los Pasar Modern Rufei di Kantor Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Sorong,, Rabu (21/4) . Selain itu, ada juga pedagang yang mengembalikan formulir surat perjanjian dan surat pernyataan untuk pengisian los Pasar Modern Rufei usai mengisi data-data identitas diri dan menandatangani surat perjanjian tersebut.

Surat perjanjian berisi Surat Pernyataan Kesanggupan Tidak Memindahtangankan Los Pasar Modern Rufei. Surat Pernyataan Kesanggupan Tidak Merubah Fisik Bangunan Los Pasar Modern Rufei. Surat Pernyataan Kesanggupan Menjaga Kebersihan, Keamanan dan Ketertiban. Surat Pernyataan Kesanggupan Membayar. Surat Pernyataan Kesanggupan Memenuhi Semua Kriteria Pasar Modern Rufei Sesuai Peraturan Daerah dan Peraturan Wali Kota Sorong.

Salah satu pedagang mama-mama Papua, Lenny mengatakan, ketika para pedagang mengambil dan mengembalikan formulir atau surat pernyataan, sempat terjadi keributan dikarenakan tidak ada ketertiban dari pihak pemerintah dalam hal ini mengatur pedagang mana yang sudah mendapatkan formulir dan mana yang belum, sehingga pedagang menumpuk dan berdesak-desakan.

“Kasian ini mama-mama, kalau bisa tolong yang sudah punya nama dan sudah punya formulir itu dipanggil supaya teratur. Sementara data-data yang belum ada itu yang kita masukan supaya tidak terlalu kelamaan disini dan ribut-ribut. Jadi yang ribut-ribut ini namanya sudah terpanggil di dalam tetapi mereka belum bawa formulir. Tolong bapa dong yang didalam bisa panggil yang sudah bawa formulir, kemudian yang belum dapat formulir bisa datang bawa persayaratan,” kata Lenny kepada Radar Sorong sembari menambahkan, syarat yang diminta yakni pas foto 3×4, fotocopy KK, fotocopy KTP masing-masing 2 lembar.

Pedagang mama-mama Papua lainnya, Henny mengatakan bahwa tidak ada biaya sepersen pun ketika mengambil dan mengembalikan formulir. “Tidak ada, gratis. Kami berterima kasih kepada Bapa Wali Kota karena telah membantu kita membangun pasar modern yang bagus. Dan telah meringankan kami untuk retribusi yang tidak memberatkan kami. Dengan adanya retrtibusi juga memberikan kelancaran pemerintah dalam membangun pasar. Saya bersyukur bahwa Bapa Wali Kota sudah memperhatikan kita untuk membangun pasar yang baik hingga kita juga bisa berjualan di tempat yang layak,” kata Henny yang sehari-harinya berjualan sayur-mayur.

Sementara itu, Koordinator Pedagang Pasar Boswesen, Saharudin mengatakan pada dasarnya para pedagang Pasar Boswesen sudah menyatakan siap beraktivitas di Pasar Modern Rufei dengan mengikuti ketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah. “Tinggal menunggu realisasinya. Kami juga berterima kasih kepada Bapa Wali Kota karena telah menghadirkan pasar modern,” ucapnya. 

Pantauan Radar Sorong, ada beberapa pedagang yang mengaku ketika mendapatkan formulir dengan mengeluarkan uang Rp 200.000. “Ini kita masih dengar dari sana ke sini, belum ada kejelasan. Kita hanya dengar saja bahwa kalau ambil formulir Rp 200 ribu, tapi itu belum pasti karena setahu saya itu gratis,” ungkap salah satu pedagang yang enggan menyebutkan namanya.

Terkait hal tersebut, Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM menyatakan Pemerintah Daerah Kota Sorong telah mengeluarkan perda untuk mengatur segala sesuatu terkait pasar modern. “Semua itu berdasarkan perda, di luar itu pungli. Semua fasilitas di dalam pasar itu wali kota siapkan. Siapa saja menggunakan fasilitas jasa itu dikenakan retribusi berdasarkan perda, titik!,” tegasnya.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Sorong, Demianus Nakoh yang ditemui di ruang kerjanya membantah ada pungutan Rp 200.000 untuk formulir. “Itu informasi tidak benar, kami tidak tahu mereka dapat infonya dari mana. Kami tidak pernah mengarahkan seperti itu, karena pengambilan formulir itu gratis,” tegas Demianus Nakoh. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed