Deretan Kasus Kriminal yang Melibatkan Polisi, Jadi Sorotan Publik!

radarsorongnews.com – Kasus kriminal di Indonesia senantiasa mengalami naik turun. Walaupun begitu, diharapkan bahwasanya kasus kriminal dapat menurun signifikan hingga tiada secara perlahan-lahan. Dibalik itu, kasus kriminal melibatkan polisi pernah menjadi perhatian banyak orang. Tidak ada yang menyangka, bahwa aparat keamanan yang dipercaya dapat menjaga keamanan di Indonesia, justru melakukan tindakan kriminal. 

Deretan Kasus Kriminal yang Melibatkan Polisi ( Sumber Foto : cnnindonesia )

Tentunya hal tersebut telah menyebabkan nama Kepolisian Republik Indonesia tercoreng oleh aparat yang tidak ‘berhati-hati’. Bukan hanya satu ataupun dua, melainkan ada banyak kasus kejahatan yang disebabkan oleh aparat keamanan itu sendiri. Dibawah ini, adalah deretan kasus kriminal yang disebabkan oleh aparat keamanan polisi Indonesia:

 

  1. Kapolres Nunukan Aniaya Anggota

Kasus kriminal melibatkan polisi di urutan pertama ini, adalah AKBP Syaiful Anwar, selaku Kapolres Nunukan, Kalimantan Utara, yang telah melakukan penganiayaan kepada salah satu anggotanya. Terkuak, bahwa anggota tersebut, adalah Brigpol SL. Penyebab penyerangan itu, adalah ketika terjadi sebuah kendala pada internet dan menyebabkan Kapolres tidak bisa mengikuti meeting zoom dengan Mabes Polri pusat. Dan di waktu yang sama, wajah Kapolres justru tidak muncul di acara rapat via digital tersebut. 

 

Mengutip dari sumber Kompas.com, pada Selasa, 26 Oktober 2021 lalu, Brigpol SL, adalah seorang anggota Kepolisian Republik Indonesia dan juga staf yang bertugas di bagian Teknologi Informasi dan Komunikasi. Saat itu, dirinya diberikan tanggung jawab untuk mengawal Kapolres menghadiri meeting zoom dengan Mabes Polri. “Tapi ternyata justru staf itu pergi disaat sedang terjadinya trouble dua kali ketika meeting zoom. Setelah dicari kemana-mana dia tidak ada, ditelepon berulang kali juga tidak diangkat, malah dimatikan serta tidak ingin menjawab pesan chat,” ungkap Kombes Dearystone Supit, selaku Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan, alias Bid Propam Kepolisian Daerah Kalimantan Utara, yang kami lansir dari sumber Kompas.com

 

Setelah Brigpol SL akhirnya muncul di detik-detik meeting zoom tersebut berakhir, ia langsung di tendak dan dilayangkan pukulan oleh AKBP SA. Video berdurasi 43 detik itu pun sempat trending di Twitter dan menjadi perbincangan hangat oleh banyak orang.

 

  1. Polisi di Lombok Timur Tembak Rekannya

Kemudian, kasus kriminal yang melibatkan Kepolisian Republik Indonesia, adalah polisi di Lombok Timur telah menembak salah satu rekannya. Disebutkan, bahwasanya HT, selaku anggota polisi yang bertugas di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, tewas di usianya yang masih 26 tahun. Anggota polisi tersebut tewas disebabkan ditembak oleh rekannya sendiri berinisial MN, 36 tahun. Adapun waktu kejadian kriminal ini, adalah Senin, 25 Oktober 2021 lalu. 

 

Kronologi terkuak, bahwasanya detik-detik penembakan itu terjadi di rumah korban. Saat itu, korban yang merupakan staf dari bagian Seksi Humas Polres Lombok Timur sedang berada di rumah. Namun beberapa saat kemudian, korban ‘membuka rumah’ untuk bertemu dengan pelaku, yang merupakan anggota Polsek Wanasaba. 

 

“Tadi sore telah terjadi kasus penembakan 1 korban tewas seketika akibat pendarahan. Pelakunya sendiri, adalah oknum dari anggota Polri. Korban adalah rekan kerja pelaku. Dari laporan yang telah kami terima, saat ini pelaku sudah kami amankan di Satreskrim Polres Lombok Timur,” ujar AKBP Herman Suryono, selaku Kapolres Lombok Timur, di keterangan pers, yang kami lansir dari sumber Kompas.com, pada Senin, 25 Oktober 2021.

 

  1. Polisi Parigi Perkosa Anak

Inisial S, yang masih berusia 20 tahun, merupakan seorang wanita dari Kabupaten Parigi Maoutong, Sulawesi Tenggara. S, telah menjadi korban pemerkosaan ketika sedang menjalani proses pemeriksaan oleh salah satu anggota polisi yang berstatus sebagai Iptu IDGN. Di duga, bahwa saat itu oknum kepolisian bertugas dan menjabat sebagai Kapolsek Parigi di Sulawesi Utara. Melansir dari sumber Kompas.com, pada 20 Oktober 2021, korban mengaku telah dirayu berulang kali oleh pelaku hingga tiga pekan lamanya. 

 

Korban diiming-imingi akan dijadikan istri ketika hendak menjalani hubungan kencan dengan pelaku. Selain itu, pelaku juga memberikan janji palsu belaka bahwa korban yang ingin menjalankan hubungan seks dengan korban bisa membebaskan sang ayah, yang mana ayahnya merupakan tahanan di Polres Parigi. Ayah S, telah menjadi terdakwa atas kasus pencurian hewan ternak. Awalnya, S bersikeras untuk menolak rayuan pelaku Iptu IDGN. Namun karena rayuan yang kuat, akhirnya korban pun luluh. 

 

Setelah kasus terkuak dan menjadi perbincangan publik, Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol Rudy Sufahriadi, memerintahkan Kapolsek Parigi untuk memberikan hukuman berlaku kepada pelaku sekaligus mencopot jabatannya. Kasus kriminal melibatkan polisi ini pun sempat menjadi trending di media sosial. 

https://www.radarsorongnews.com/

Previous post Pandemi Selesai, Kenaikan Harga Barang Pokok Baru Dimulai!
Next post HP Awesome untuk Generasi Milenial, Samsung Galaxy A33 5G!