oleh

Demo Tolak Otsus Dibubarkan Paksa

Aparat kepolisian diback-up personel TNI, membubarkan paksa aksi  unjuk rasa ratusan massa yang menolak pelaksanaan otonomi khusus di Kota Jayapura,  Selasa (27/10).  Aksi unjuk rasa yang berlangsung di tiga lokasi dinilai melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.  Berdasarkan data Polresta Jayapura dan pantauan di lapangan,  aksi demi berlangsung sejak pukul 08.00 WIT.  Tiga lokasi aksi unjuk rasa mahasiswa dan sejumlah kelompok masyarakat, yakni di depan pintu masuk Universitas Cenderawasih di Distrik Abepura,  daerah Expo Waena dan daerah Perumnas III Waena. 

Kapolres Kota Jayapura,  AKBP Gustav Urbinas yang ditemui di Waena, Selasa (27/10) sore mengatakan,  pihaknya Polresta Jayapura tidak memberikan izin demo karena mencegah terjadinya kerumunan massa di tengah kasus positif Covid di Kota Jayapura yang terus meningkat. “Kami terpaksa menggunakan tembakan gas air mata dan mobil water canon untuk membubarkan massa. Massa pun kabur meninggalkan lokasi unjuk rasa.  Sekitar pukul 14.00 WIT,  situasi keamanan telah kondusif, ” papar Gustav.

Mengingat Kota Jayapura merupakan daerah dengan kasus positif Covid tertinggi di Provinsi Papua dengan jumlah kumulatif sebanyak 4.614 kasus dan 78 orang meninggal. Guna menghindari penyebaran covid, aparat kepolisian akhirnya membubarkan aksi unjuk rasa sekitar 30 orang di daerah Expo Waena. Pembubaran aksi unjuk rasa ini berlangsung dengan aman.  Sementara di depan kampus Universitas Cenderawasih,  polisi membubarkan aksi unjuk rasa secara paksa. Sebanyak 13 orang diamankan di Polsek Abepura untuk dimintai keterangan. 

Terakhir,  upaya aparat untuk membubarkan aksi unjuk rasa di Waena menghadapi penolakan dari ratusan massa, yang kemudian menyerang aparat dengan batu dalam jumlah yang banyak.  “Kami terpaksa menggunakan tembakan gas air mata dan mobil water canon untuk membubarkan massa. Massa pun kabur meninggalkan lokasi unjuk rasa.  Sekitar pukul 14.00 WIT,  situasi keamanan telah kondusif,” jelas Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Gustav Urbinas. 

Gustav menuturkan,  pihaknya berhasil menemukan sejumlah barang bukti dari hasil razia di sekitar lokasi aksi unjuk rasa di Perumnas III Waena, antara lain batu dan satu bom molotov.  “Dari barang bukti ini terlihat massa di daerah Perumnas III memprovokasi aparat keamanan sehingga terjadi gangguan keamanan. Padahal,  kami sudah menempuh cara persuasif hingga berjam-jam agar aksi unjuk rasa dibubarkan,” jelasnya. Ia membantah aparat keamanan melepaskan tembakan yang menyebabkan seorang pendemo terluka. Sebab saat pengamanan unjuk rasa,  polisi hanya menggunakan tameng,  kayu rotan,  water canon dan gas air mata. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed