oleh

Demo Damai di Yenbekaki Dinilai Tak Berdasar

-Metro-93 views

WAISAI- Dari aksi demo yang dilakukan sejumlah masyarakat di kampung Yenbekaki, Distrik Waigeo Timur, Kabupaten Raja Ampat Selasa (25/05) tidak memiliki dasar yang jelas. Oleh karena itu kepala kampung Yenbekaki Roni Bonsapia didampingi Sekretarisnya Martinus Wambrauw akan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian.

“Jadi kalau berbicara hal ini atau melakukan aksi demo damai harus memiliki data yang akurat, jangan mudah ditunggangi oleh orang lain,”tegasnya sembari menegaskan, dirinya akan melaporkan aksi demo ini ke pihak kepolisian, karena sudah menyangkut nama baik sebagai pejabat aparat kampung, agar kelompok masyarakat yang melakukan aksi ini secepatnya mengklarifikasi poin-poin tuntutan yang disampaikan.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Informasi aksi yang dihimpun Radar Sorong, demo dilakukan warga dengan membawa sejumlah pampflet wargapun berjalan menuju ke kantor Bamuskam Yenbekaki. Aksi tak berjalan lama setelah mengakhiri aksi mereka wargapun lanjut menyerahkan 6 poin tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah kampung dalam hal ini Kepala Kampung Yenbekaki Roni Bonsapia yang diterima langsung oleh Ketua Bamuskam. 

6 poin yang disampaikan, yakni 1. ADDS Tahap III tahun 2019 dan ADD tahun 2021, 2. Dana Otsus, 3. Dana Covid-19 tahun 2021. 4. Upah buruh tahun 2019-2020. 5. Pemerataan dan keadilan bagi masyarakat kampung Yenbekaki. 6.Tinjau kembali hasil Musyarawarah kampung tahun 2021. 

“Saya sebagai Kepala Kampung ( Yenbekaki.red) sangat menyayangkan dengan aksi demo damai masyarakat kampung Yenbekaki, pasalnya beberapa poin yang disampaikan dalam aksi tersebut tidak mendasar sama sekali, karena apa yang disampaikan dalam tuntutan itu sudah dilakukannya bersama aparatur kampung,” aku Roni.

Dijelaskannya, terkait masalah DDS tahun 2019 pada waktu itu pihaknya belum menjabat sebagai Kepala Kampung Yenbekaki. Sedangkan, untuk ADD 2021 menurutnya sudah digunakan sebagaimana peruntukannya sesuai dengan musyawarah kampung (Muskam), untuk Dana Otsus tahun 2020 sudah terealisasi sedangkan tahun 2021 dana Otsus belum keluar. “Mengenai dana Covid-19, sebesar 57 juta, pihaknya sudah membagikan kepada Tim satgas Covid yang bertugas di Kampung Yenbekaki. Nah, sisanya atas kebijakan aparatur Kampung, sepakat membelikan sembako untuk dibagikan kepada masyarakat Kampung,”ujar Roni

Menurut Roni, untuk upah buruh hak-hak tersebut pasti dibayarkan, namun ADD tahap III belum diterima. Kalau sudah diterima akan disalurkan jadi hak buruh atau upah kepada yang berhak menerimanya, sesuai tuntutannya yakni upah buruh pekerjaaan 2 Unit rumah anggaran ADD tahun 2020. “Untuk pemerataan dan keadilan bagi masyarakat kampung tidak perlu disampaikan, karena selama menjabat sebagai kepala kampung dari tahun 2020 sudah banyak yang saya lakukan, bahkan penggunaan anggaran juga selama menjabat  transparan sesuai hasil Muskam dan juga berbagai bantuan yang diterima sudah dibagikan kepada masyarakat,”Kata Roni

Terkait poin terakhir mengenai peninjauan kembali hasil musyawarah kampung tahun 2021. Menurut Roni pihaknya sebelum menggunakan dana kampung, sudah melalui mekanisme yang jelas. Mulai dari rencana anggaran pendapatan belanja kampung (APBK). Bersama Bamuskam dan juga melalui hasil musyawarah kampung (Muskam). (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed