oleh

Demo Bisu, Desak Bebaskan Terdakwa Makar

SORONG – Puluhan massa yang mengatasnamakan Solidaritas Peduli Keadilan Se-Sorong Raya, melakukan aksi demo bisu di depan Pengadilan Negeri Sorong, Selasa (2/2). Aksi demo bisu ini bertujuan meminta kebebasan terhadap tiga terdakwa kasus makar berinisial MM, SS dan YA serta satu terdakwa kasus pembunuhan yakni AA yang merupakan Ketua Umum KNPB Wilayah Maybrat.

Dalam aksi demo bisu, puluhan massa duduk diam di halaman Kantor Pengadilan Negeri Sorong sambil membawa dua spanduk besar yang menyertakan gambar tiga terdakwa kasus makar serta gambar Ketua Umum KNPB Wilayah Maybrat yang bertuliskan segera bebaskan lantaran keempat terdakwa tersebut bukanlah pelaku, sementara pelakunya sedang berada di luar. Aksi demo bisu ini diakhiri dengan penyerahan dua spanduk aspirasi tersebut kepada Ketua Pengadilan Negeri Sorong.

Ketua Pengadilan Negeri Sorong, Willem Marco Erari,SH,MH yang menemui massa aksi mengungkapkan bilamana keluarga ataupun massa mengetahui siapa pelaku dari kasus-kasus tersebut, segera mengatakan kepada pihak penasehat hukum para terdakwa untuk dilaporkan kepada pihak yang berwajib agar diproses. “Kami pengadilan hanya menerima berkas yang dibuat polisi kemudian dilimpahkan kepada kejaksaan dan diserahkan kepada kami, sementara hal-hal lainnya bukanlah hak kami,” kata Willem Erari di hadapan massa.

Setelah menerima spanduk aspirasi dan tuntutan massa, Erari mengatakan ia akan menyerahkan kepada majelis hakim yang memeriksa dan menyidangkan perkaranya, untuk kemudian mempertimbangkan hal-hal yang dianggap terbaik nantinya.

Koordinator aksi, Yohanis Assem kepada wartawan mengungkapkan, aksi demo bisu ini bertujuan agar empat orang diantaranya 3 terdakwa kasus makar dan 1 terdakwa pembunuhan dibebaskan tanpa syarat. Bila nanti keputusan tidak sesuai dengan harapan pihaknya lanjut Yohanis, massa akan kembali membanjiri Pengadilan Negeri Sorong dengan jumlah yang lebih banyak dari saat ini. 

“Negara seakan-akan mengkriminalisasikan rakyat sipil padahal mereka bukanlah pelaku karena mereka merupakan aparat di kampung yang ditangkap. AA bukan pelaku pembunuhan sedangkan pelakunya tidak tahu dimana, namun AA yang menjadi tertuduh. Harapan keluarga dan kami semua membutuhkan keadilan dari Negara Indonesia ini,” ujarnya. Oleh sebab itu, kedatangan massa dari berbagai wilayah di Sorong Raya ini meminta kejujuran, dimana Indonesia merupakan negara hukum maka buktikan hukum yang benar.

Sementara itu, sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana maker yang dipimpin oleh majelis hakim Dedy Lean Sahusilawane,SH dengan agenda pledoi atau pembelaan dari pihak terdakwa atas tuntutan JPU, berlangsung Selasa (2/2) sekitar pukul 15.30 WIT yang dihadiri oleh seluruh tim penasehat hukum terdakwa diantaranya Leonardo Idjie, Fernando Ginuni dan lainnya.

Dalam pembelaannya, tim penasehat hukum menilai para kliennya tidak terbukti melakukan tindak pidana yang di dakwakan sehingga harus dibebaskan. Majelis hakim akan mempertimbangkan pembelaan tersebut dan mengagendakan sidang putusan pada Rabu (3/2) hari ini, dengan pertimbangan masa penahanan para terdakwa akan berakhir pada tanggal 4 Februari 2021. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed