oleh

Demo Anarkis, 1 Pejabat Pingsan

MANOKWARI – Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Rabu (21/7) berlangsung anarkis. Pengunjuk rasa melempari gedung Rektorat hingga kaca berguguran. Kepala Biro Perencanaan Akademik dan Kemahasiswaan (BPAK) Kashudi,SH,MSi terkena lemparan batu hingga jatuh pingsan.

Aksi ini merupakan lanjutan dari demo sehari sebelumnya, Selasa (20/7). Massa menuntut Unipa agar menerima lebih banyak putra-putri asli Papua pada penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2021/2022.

Awalnya, massa berunjuk rasa di depan pintu gerbang kampus, di Jalan Gunung Salju Amban mulai pukul 10.00 WIT. Aksi ini mendapat kawalan dari personel Polres Manokwari yang di-back-up anggota Satuan Brimob Polda Papua Barat. Massa berorasi di jalan. Namun entah mengapa, puluhan mahasiswa ini bergerak masuk ke dalam kampus. Mereka beramai-ramai menuju gedung rektorat, kemudian melakukan aksi pelemparan yang mengenai kaca jendela. Bangku-bangku tempat santai mahasiswa turut menjadi sasaran, dibakar.

Kepala BPAK Unipa Kashudi dilempari baru di Jalan Gunung Salju saat melintas. Batu mengenai kepalanya hingga luka dan mengeluarkan darah segar.`Kashudi yang mengenakan kaos terkapar di tepi jalan dan sempat tak sadarkan diri. Darah segara mengucur dari kepalanya. Beberapa warga memapah tubuh Kashudi dinaikan ke mobil. Kepala BPAK Unipa ini dilarikan ke rumah sakit terdekat. Luka di kepala korban mendapat beberapa jahitan untuk menghentikan pendarahan. Sementara mahasiswa terus melakukan aksi unjuk rasa, mereka berkumpul di depan gedung rektorat sambil melakukan aksi bakar kayu. 

Merespon aksi anarkis mahasiswanya, Rektor Unipa Dr Meky Sagrim, membuat laporan polisi ke Polres Manokwari. Dalam laporannya, Rektor Unipa membeberkan, aksi unjuk rasa sekitar 80 mahasiswa ini terkait dengan Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Seleksi Lokal. Unjuk rasa sudah dilakukan pada Senin (19/7) dengan membakar ban bekas di jalan dan menutup pintu masuk kampus. Aksi dilanjutkan pada Selasa (20/7) saat perayaan Idul Adha, massa kembali membakar ban bekas di jalan.

Rektor Unipa menyebut, pengunjuk rasa telah melakukan tindakan pengrusakan kaca-kaca kantor gedung Rektorat dan penganiayaan sejumlah pegawai administrasi Unipa. Korban yang paling parah adalah Kepala BPAK Unipa, Kashudi. Rektor berharap aparat Polres Manokwari bertindak tegas. Polisi diizinkan masuk ke kampus Unipa untuk melakukan penyisiran pada pelaku, termasuk penyidikan dan penyelidikan terhadap aktor intelektual di balik peristiwa ini.

Kapolres Manokwari AKBP Dadang Kurniawan Winjaya mengatakan, sejak awal jajarannya telah melakukan pengawalan aksi unjuk rasa di depan kampus Unipa. Saat pengunjuk rasa masuk dalam  kampus, polisi tak serta merta ikut masuk karena menghormati kampus. “Pasukan sudah siap tetapi tetap berada di luar kampus sambil melakukan pengamatan. Begitu cepat terjadi pengrusakan,” kata Kapolres kepada wartawan.

Kabag Ops bernegosiasi dengan Rektor Unipa. Hingga kemudian Rektor Unipa membuat rekomendasi mengizinkan polisi masuk ke dalam kampus. Polisi melakukan penyisiran dan massa telah membubarkan diri. Polisi masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan terkait pengrusakan gedung Rektorat Unipa serta penganiyaan pegawai. Kapolres masih membutuhkan koordinasi dan kerjasama kampus agar permasalahan semakin terang.  “Memang ada korban  yang terluka terkena lembaran batu. Korban diarahkan untuk membuat laporan polisi,” kata Dadang.

Polres Manokwari akan terus melakukan penyelidikan terkait tindak anarkis pengunjuk rasa. Kapolres mengatakan, jajarannya akan memproses pelaku sesuai jenis pelanggaran yang dibuat. “Unjuk rasa anarkis ini sudah menjurus ke arah pidana,” ucapnya. Kapolres mengatakan, aksi unjuk rasa ini sebagai protes penerimaan mahasiswa baru. Ada calon mahasiswa gagal diterima sebanyak 39-40 orang. “Tidak diterima pada penerimaan mahasiswa baru di program S1 dan D3, jumlahnya sekitar 39 orang atau 40,” tambah Kapolres.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed