oleh

Demand Bisnis Pulsa Meningkat Saat Pandemi

-Ekonomi-130 views

Pesatnya era teknologi digital membuka banyak peluang bisnis, salah satunya bisnis pulsa. Saat ini pulsa yang digunakan sebagai saldo untuk berkomunikasi, bukan lagi menjadi kebutuhan tersier. Pulsa justru menjadi kebutuhan primer yang dapat mendukung segala aktivitas outdoor yang harus dibatasi di masa pandemi.

Demand atau permintaan masyarakat terhadap penggunaan pulsa juga semakin meningkat. Hal ini disampaikan oleh Branch Manager Telkomsel Sorong, Rully Bintoro kepada Radar Sorong.

“Saat pandemi ini justru ada peningkatan demand sekitar 10% untuk pulsa data, kalau pulsa biasa agak stagnan,” ujar Rully.

Dengan adanya peningkatan permintaan pulsa di masyarakat, menurut Rully, hal ini justru bisa dijadikan peluang bisnis yang sangat mudah dilakukan oleh siapapun. Tidak perlu modal banyak, bahkan dengan modal senilai Rp 100.000 saja, anak-anak millenial sudah bisa berbisnis pulsa dai rumah.

Keuntungannya juga cukup lumayan bagi pemula, untuk pembelian pulsa biasa, agen akan mendapatkan fee sebesar Rp 1.500 per transaksi. Sementara untuk pulsa data, minimal agen bisa meraup keuntungan Rp 5.000 per sekali transaksi.

Rully juga meyakinkan untuk berbisnis pulsa bukan hal yang sulit, tak hanya modalnya yang minim, langkahnya juga sangat mudah. Bagi masyarakat yang berminat menjadi agen untuk pulsa Telkomsel dapat langsung ke kantor distributor Telkomsel untuk mendaftarkan diri. Opsi berikutnya yang bisa dilakukan melalui aplikasi di Android dan menunggu selama tiga hari untuk mendapatkan user password.

“Memang kalau melalui aplikasi agak lama, kalau mau lebih cepat bisa langsung ke kantor distributor, sehari langsung selesai,” tuntasnya.

Sementara itu, salah satu pemilik kios yang juga menjual pulsa Telkomsel pun mengungkapkan hal yang sama. Wanita yang akrab disapa Bude Tari ini mengaku bahwa penjualan pulsanya semakin lancar saat pandemi.

“Saya isi saldo Rp 1.000.000 itu sehari bisa langsung habis. Jadi tiap hari harus ngisi, sejuta, sejuta,” ujarnya.

Bude tari sendiri memiliki dua kios yang masing-masing selalu distok saldo sebanyak Rp 1.000.000, dan selalu habis setiap hari. Ini artinya, Bude Tari mampu melariskan penjualan pulsa sebanyak Rp 2.000.000 setiap harinya.

Senada dengan penuturan Branch Manager Telkomsel Sorong, Rully, menurut Bude Tari, menjual pulsa bukanlah hal sulit. Bude Tari bahkan sudah berdagang pulsa sejak 12 tahun silam.

“Gampang kok jualan pulsa. Modal kecil juga sudah bisa. Tidak ada kata rugi, kalau belum laku hari ini, buat besok juga tidak bakal basi,” tutupnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed