oleh

Defisit APBD Maybrat Disoroti

MANOKWARI – Politisi Senior Partai Golkar, Origenes Nauw menyoroti defisit anggaran di Kabupaten Maybrat yang mencapai Rp 10 miliar.  Supaya tidak melebar kemana-mana, dia mengusulkan agar ada urun rembuk, tidak didiskusikan di media sosial seperti whattsapp.

Origenes Nauw menuturkan, Homo Educabile atau manusia terdidik pastilah tahu kalau defisit adalah istilah yang populer dalam dunia ekonomi. Bahkan kata defisit sering digunakan pada berita media mainstream.  Defisit secara singkat dapat diartikan sebagai kurangnya kas dalam keuangan.

“Kalau menurut KBBI, defisit berarti kekurangan dalam anggaran belanja, apakah belanja negara atau pemerintah atau perusahaan. Sesungguhnya defisit bukanlah hal baru, usianya pun setua usia sejarah peradaban umat manusia. Jadi defisit adalah hal yang klasik,” jelasnya kepada Radar Sorong, Minggu (1/12).

Menurutnya, jika pemerintah mengalami defisit, itu karena pengeluaran pemerintah lebih besar dari pendapatan. Maka untuk  menutup defisit, pemerintah harus memaksimalkan pendapatan dari berbagai sumber yang resmi dari dalam atau luar negeri.

Mantan anggota DPR Papua Barat tiga periode ini menjabarkan faktor-faktor penyebab terjadinya defisit. Defisit memang suatu fenomena keuangan yang merugikan, karena defisit menyebabkan Pemda memiliki utang kepada pihak lain.  

Defisit biasanya terjadi karena pembangunan daerah, pemerintah mungkin gencar membangun infrastruktur fisik di segala bidang, ekonomi, pendidikan, kesehatan, keagamaan dan lain-lain, sehingga melampaui rencana anggaran belanja tahun berjalan, nilai tukar mata uang yang melemah.

Defisit juga terjadi karena rendahnya daya beli masyarakat, yaitu uang yang beredar dan berputar di masyarakat sangat rendah karena capital flight yang tinggi. “Orang Maybrat semua belanja di Kota atau Kabupaten Sorong, jadi sulit diharapkan masyarakat bayar pajak di Maybrat,” tuturnya.

Penyebab lainnya karena inflasi, pengeluaran pemda yang membengkak dan tidak sesuai dengan anggaran yang ditetapkan sebelumnya. Biasanya diakomodir melalui mekanisme Anggaran perubahan APBDP. Selain itu, defisit juga terjadi realisasi tidak sesuai target, kurangnya penerimaan pemerintah bisa berdampak pada pelaksanaan program sehingga pemerintah berusaha untuk menutup biaya tersebut.

Ori Nauw mengatakan, dampak negatif dari defisit adalah menurunnya tingkat konsumsi masyarakat, meningkatnya angka pengangguran yang kemudiaan memicu berbagai krisis sosial, moral dan lainnya.

Tugas pemda lanjut Ori Nauw, harus kreatif membuat regulasi, membangun ekonomi kerakyatan, menumbuhkan sentra usaha ekonomi kreatif, menggali dan mendivestifikasi sumber PAD Kabupaten Maybrat, supaya masyarakat tidak tergantung dari sumber dana APBN, dana Otsus, dana kampung yang semua hanya transit di Maybrat kemudian kembali lagi ke kota lain.

“Kalau ada kesungguhan hati untuk peningkatan ke arah yang lebih maju, maka niscaya pasti bisa. Kan banyak orang Maybrat yang kompeten, baik teknokrat, akademisi, praktisi hukum, pelaku bisnis, tinggal Pemda Maybrat kapan mengajak mereka untuk berbagi pengalaman,” pungkasnya. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed