oleh

Debat Publik Pilkada Sorsel, 3 Paslon Walkout

Nahum Krimadi : KPU Sorong Selatan akan Mengambil Langkah-langkah Koordinasi untuk Mencapai Solusi Penyelesaian Masalah

SORONG – Debat public tahap pertama pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Sorong Selatan peserta pilkada serentak 2020 yang sedianya digelar di Hotel Mratuwa Sesna Teminabuan, Senin (16/11), diwarnai aksi walkout. Tiga pasangan calon, Yunus Saflembolo – Alexsander Dedaida (Nomor urut 2), Yance Salambauw – Felix Duwith (Nomor urut 3) dan Piters Kondjol – Madun Narwawan (Nomor urut 4), menilai pasangan calon nomor urut 1 Samsudin Anggiluli – Alfons Sesa tidak bisa diikutsertakan dalam debat publik karena berkaitan dengan pemenuhan syarat calon, khususnya terkait syarat calon wakil bupati yang belum ada SK pemberhentian dari statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil. Karena tidak dicapainya titik temu, ketiga pasangan calon ini memutuskan walkout dari ruang debat.

Komisioner KPU Sorong Selatan Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Nahum Krimadi menyatakan pihaknya di KPU Kabupaten Sorong Selatan selaku penanggungjawab penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di Kabupaten Sorong Selatan, menyampaikan permohonan maaf kepada public Sorong Selatan berkaitan dengan dinamika yang terjadi dalam proses debat hari ini sehingga debat publik tidak sempat dilaksanakan karena tiga pasangan calon melakukan aksi walkout dari ruang debat.

“KPU berkomitmen dalam rangka menjaga kepercayaan public atau public trush kepada lembaga KPU, bahwa berkaitan dengan dinamika yang terjadi hari ini kami menyampaikan permohonan maaf,” kata Nahum Krimadi kepada Radar Sorong melalui sambungan telepon seluler, semalam.

Dikatakan, mekanisme debat publik sebagaimana diatur dalam peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2020 tentang kampanye, ruang debat publik ini sebenarnya bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh peserta pemilihan dalam hal ini para pasangan calon untuk menyampaikan visi misinya kepada public, tapi juga bagaimana meyakinkan publik agar secara sadar dan rasional bisa menggunakan hak pilihnya untuk memilih pemimpinnya.

“Oleh karenanya, KPU Sorong Selatan mengharapkan kepada peserta pemilihan dalam hal ini pasangan calon untuk mengedepankan politik yang etis dan santun, dalam rangka menghadirkan proses pemilihan yang inklusif di Kabupaten Sorong Selatan, dimana semua warga masyarakat pemilih bisa menggunakan hak pilihnya secara sadar dan rasional,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed