oleh

Dana Kampung Jangan Membawa Perpecahan

-Metro-122 views

SORONG– Dengan adanya pemekaran 159 kampung dan 24 distrik, harusnya masyarakat mengucap syukur dan berterima kasih terutama kepada Tuhan dengan cara memberikan seper sepuluh (perpuluhan) dari berkat yang mereka terima. Dan yang kedua masyarakat juga harus mengucap syukur kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat pada kepemimpin periode pertama yang telah memekarkan ratusan kampung dan distrik. Demikian pernyataan Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim,MM saat melaksanakan kunjungan kerja Sabtu (13/6) di pelataran kali Ibyah Kampung Afkrem Distrik Aitinyo Kabupaten Maybrat. 

Dana kampung atau yang di istilahkan dana Jokowi, lanjut Sagrim, bukan dipergunakan untuk memperkaya diri dan kelompoknya, sehingga menimbulkan kecemburuan bagi masyarakat yang lain.

“Kurang baik apa lagi kami pemerintah, bersyukur karena denggan adanya pemekaran kampung, Distrik sehingga uang bisa mengalir banyak ke kampung. Harusnya mengucap syukur bahwa bahwa ini berkat untuk dapat membangun masa depan, bukan menjadi sumber perpecahan” ucap Bupati  Maybrat.

Selain masyarakat Kampung Afkrem juga dihadapan masyarakat kampung-kampung tetangga yang hadir yakni Kampung Martaim, Kampung Roma, Kampung Tolak, Kampung Persiapan Aatrak dan beberapa kampung yang lain, bupati juga menekankan soal pentingnya kebersamaan dan persatuan dalam membangun keluarga, kampung, distrik dan Kabupaten Maybrat.

”Tidak ada yang abadi, yang abadi hanya kekeluargaan, jadi sebagai keluarga, bapa mengajak kita supaya mari kita jaga persatuan kebersamaan yang ada mendukung pemerintahan ini terus kedepan supaya terus bekerja melayani masyarakat dengan baik,” tutur Bupati Maybrat.

Didampingi kedua Anaknya Esterlyn Sagrim dan Alen Sagrim, ia mengajak masyarakat menjaga hutan dan alam mereka masing masing, tidak boleh mudah diperjual belikan dengan cukong-cukong kayu yang hanya ingin menguras isi sumber daya alam masyarakat adat. “kita tidak tau perkembangan kedepan, cepat atau lambat wilayah ini akan diincar oleh pengusaha – kontraktor besar. jadi bapa tekankan supaya jangan mudah menggadaian hutan dan alam. Harus dijaga demi masa depan anak cucu,” tandasnya semmbari menambahkan bahwa pemerintah dimasa kepemimpinannya terus memperioritaskan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Aifat Raya dan Aitinyo Raya termasuk Mare Raya. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed