oleh

Dampak Banjir akan Dilaporkan ke Pusat dan Provinsi

-Metro-129 views

SORONG-Hujan deras yang terjadi pada Sabtu 25 Juli 2020 mengakibatkan 6 KK (Kepala Keluarga) dan 6 unit rumah terdampak banjir dan longsor di 2 distrik. Enam rumah tersebut diantaranya, lima unit rumah di Distrik Sorong mengalami kerusakan akibat tanah longsor yang mengenai rumah dan 1 unit rumah yang berada di Distrik Sorong Utara juga mengalami kerusakan di bagian pagar rumah akibat banjir.

“Kemudian 1 korban anak usia 6 tahun yang meninggal dunia akibat hanyut terbawa arus dan baru ditemukan pada Senin (28/7),”jelas Kepala BPBD Kota Sorong, kepada Radar Sorong, Selasa (28/7).

Diakui Herlin, pihaknya baru menerima data pelaporan korban terdampak banjir dan longsor sebanyak 6 KK, sementara itu data berapa banyak korban jiwa terdampak masih belum terdata, karena warga baru memasukkan data KTP dan foto dokumen kerusakan.

“Sistem pelaporan tetap melalui lurah setempat dan pihak kelurahan akan melaporkan kepada BPBD Kota Sorong,”ujarnya.

Ia menuturkan, untuk korban terdampak banjir yang terjadi pada 16 Juli 2020 lalu, terdata korban terdampak banjir dan longsor sebanyak 1.956 KK dan 9.959 jiwa. Total keseluruhan bangunan yang mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor sebanyak 926 unit.

“Kota Sorong masih dalam tanggap darurat, dan akan berakhir pada tanggal 30 Juli 2020, sehingga data banjir ini akan dilaporkan ke tingkat provinsi maupun pusat,”ungkapnya.

Diakui Herlin, pihaknya akan melakukan perekapan data dalam 1 laporan dan dalam waktu dekat ini akan mengadakan pertemuan bersama Dinas PU untuk melakukan verifikasi kerusakan bangunan yang akan dibagi dalam kerusakan bangunan tingkat rendah, sedang dan berat.

“Kami hanya fokuskan bangunan dan bukan harta benda. Sehingga diharapkan laporan yang dimasukan masyarakat adalah laporan kerusakan bangunan akibat longsor dan banjir. Bukan laporan kehilangan harta benda. Karena yang akan dikaji Pemerintah Pusat dalam memberikan bantuan adalah kerusakan bangunan,”tandasnya.

Menayakan terkait penanganan banjir di Kota Sorong, Herlin mengungkapkan Pemerintah Kota Sorong bekerja sama dengan mitra sudah melakukan pemberian bantuan sembako baik di dapur-dapur umum maupun langsung kepada masyarakat yang terdampak. Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Dinas PU untuk melakukan pengerukan di beberapa lokasi genangan air yang mengakibatkan lumpuhnya arus lalu lintas seperti di seputaran Komplek Melati Raya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed