oleh

Cuaca Buruk 2 Nelayan Hilang

SORONG – Dua nelayan bernama Amir (35) dan Jais (35), dikabarkan hilang saat sedang mencari udang pada Selasa (26/1) malam. SAR Sorong yang mendapatkan laporan hilangnya dua nelayan ini, mengerahkan 1 unit kapal Rescue Boat (RB) 221 menuju ke titik Last Know Position (LKP) dan langsung melakukan ­pencarian sekitar pukul 14.00 WIT, namun hasilnya nihil.

Informasi yang diperoleh Radar Sorong, kejadian berawal Selasa (26/1) sekitar pukul 09.00 WIT saat kedua nelayan ini berangkat dari Kampung Waimon Pulau Bambu Distrik Segun Kabupaten Sorong. Keduanya menggunakan perahu body kayu bermesin 15 PK, menuju muara Segun untuk mencari udang.

Malam harinya sekitar pukul 21.00 WIT, menurut keterangan nelayan yang saat itu juga sedang mencari udang, ketika mau kembali ke Pulau Bambu, cuaca di lautan tiba-tiba berubah, hujan lebat disertai angin kencang, dan dalam keadaan gelar membuat korban hilang arah dan dari kejauhan hanya kedengaran bunyi mesin saja.  Pada Selasa (26/1) sekitar pukul 22.00 WIT, masyarakat setempat menggunakan 5 unit longboat mencari kedua nelayan tersebut namun tidak ditemukan. Kejadian hilangnya kedua nelayan kemudian dilaporkan ke pihak terkait.

Saat dikonfirmasi Radar Sorong, Kepala Pencarian dan Pertolongan Kelas A (SAR) Sorong, M. Arifin,S,AN,MM membenarkan bahwa pihaknya mendapatkan laporan hilangnya 2 nelayanan tersebut pada Rabu (27/1) sekitar pukul 12.00 WIT oleh Polsek Seget.  “Kantor SAR mengerahkan 1 unit kapal Rescue Boat (RB) 221 menuju LKP dan langsung melakukan pencarian sekitar pukul 14.00 WIT, namun selama melakukan pencarian, hasilnya masih nihil dan tidak ada tanda-tanda penemuan baik serpihan perahu, body utuh maupun nelayannya,” jelasnya kepada Radar Sorong, kemarin.

Menurutnya, sekitar pukul 19.00 WIT, RB 221 memilih sandar di Pelabuhan Seget lantaran cuaca buruk. Direncanakan pada Kamis (28/1) sekitar pukul 07.00 WIT, Basarnas Sorong akan kembali melakukan pencarian. “Semoga cuacanya bagus lagi, sehingga tidak terhalang dengan cuaca karena kami ingin melakukan tugas kemanusiaan ini,” ucap Arifin sembari menambahkan, pada Kamis (28/1) ini, fokus pencarian dari Tim SAR di sekitar perairan Pulau Bambu dengan menggunakan sekoci. 

Mesin Perahu Mati, Terombang-Ambing 1 Hari, Nelayan Ditemukan Selamat

Sementara itu, seorang nelayan yang terombang-ambing di tengah laut berhasil diselamatkan nelayan lainnya. Mardin Badu (39), nelayan yang berdomisili di Kampung Buton Andai, mengalami musibah, mesin perahunya mati sehingga terombang-ambing di laut kurang lebih satu hari lamanya .

Beruntung dia membawa handphone dan masih ada signal. Dia menghubungi keluarganya pada Selasa (26/1) sekitar pukul 17.00 WIT bahwa mesin perahunya mati. Salah seorang warga, Ahmad Hamzah kemudian melaporkan kejadian ini ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari.

Kakansar Manokwari, George Mercy Randang kepada wartawan mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian, Rabu (27/1) pukul 06.30 WIT. Basarnas Manokwari melalui Kasubsi Operasi dan Siaga Marthinus Pebrian,S.IP langsung merespon dan mempersiapkan peralatan dan 1 Tim Rescue serta Potensi SAR.

Personil yang terlibat dalam operfasi SAR ini, personil Basarnas Manokwari, anggota Fasharkan TNI AL Manokwari dan keluarga korban. Peralatan yang digunakan 1 unit Rescue Car ,1 unit RIB , 2 unit perahu nelayan, serta alat medis serta APD C-19 . Cuaca, hujan ringan, arus 0,8-1 knots ke arah Barat Laut, kecepatan angin 2-15 knots dari Barat Laut dan tinggi gelombang 1,5 -2 meter.

“Korban pergi memancing menggunakan longboat namun mengalami mati mesin karena kehabisan BBM dan terapung-apung kemudian korban menemukan sebuah rumpon lalu mengikat longboatnya karena cuaca buruk,” tutur Kakansar.

Hingga pukul 11.45 WIT pencarian belum membuahkan hasil. Tim SAR sempat kembali ke dermaga Fasharakan untuk melakukan pengisian BBM dan istirahat. Tak lama, sekitar pukul 12.45 WIT, Tim SAR menerima informasi bahwa korban ditemukan selamat di sekitar perairan arah Timur Pulau Mansinam dengan jarak dari titik awal 15,75 mil. Korban dan perahunya ditarik oleh nelayan lainnya ke arah Andai.

Kakansar menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah  membantu pencarian korban. “JIka ada informasi yang membutuhkan bantuan Basarnas terkait kecelakaan pelayaran, maupun membahayakan jiwa manusia di area Manokwari dan sekitarnya, dapat menghubungi emergency call 115 dan (0986) 2210150,” tambahnya. (juh/lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed