oleh

Covid Melandai, PPKM Kota Sorong Turun ke Level 2

SORONG – Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 41 Tahun 2021, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Sorong Provinsi Papua Barat kini di level 2, turun setingkat dibandingkan sebelumnya yang level 3. Kondisi ini tentunya patut disyukuri, mengingat Kota Sorong sempat menerapkan PPKM Level 4 saat Covid-19 sedang menanjak beberapa bulan lalu.

 ”Mari kita bersyukur kepada Tuhan, oleh karena kemurahan Tuhan dan kerja keras pemerintah serta dukungan dari seluruh masyarakat Kota Sorong, maka hari ini sesuai dengan instruksi Mendagri Nomor 41 tahun 2021, Kota Sorong berada di posisi PPKM level 2. Itu berarti kita sudah turun dari level 4, level 3 dan sekarang ke level 2. Saya percaya ini karena kemurahan Tuhan dan kerjasama pemerintah dan masyarakat Kota Sorong,” kata Juru Bicara Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Sorong, Ruddy Laku,S.Pi,MM kepada wartawan, Selasa (7/9).

PMB OPBJJ-UT Sorong

Ruddy mengemukakan, data pada Selasa (7/9) ini, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Sorong mencapai 98,07 persen. ”Terdapat penambahan kasus terkonfimasi positif sebanyak 20 orang sehingga total kasus terkonfirmasi positif di Kota Sorong sebanyak 6.019 orang. Ada penambahan sembuh 26 orang, sehingga total sembuh menjadi 5.903 orang. Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Sorong 98,07 persen. Proses dikarantina di isolasi terapung KM Sirimau ada 12 orang,” bebernya.

Data keseluruhan perkembangan data Covid-19 di Kota Sorong yaitu kontak erat 12.112 orang, proses dikarantina 12 orang, discharded 12.112 orang, suspek total 3.923 orang, dalam pemantuan 28 orang, sedang dirawat 11, discharded 3.884 orang, dan probable total 5 orang. “Hasil pemeriksaan terkonfirmasi positif 6.019 orang, hasil pemeriksaan terkonfirmasi negative 15.338 orang dan sembuh 5.903 orang. Total kasus meninggal positif 92 orang, meninggal negatif 7 orang, dan meninggal probable atau suspek 10 orang,” ungkapnya. 

Mengenai vaksinasi, Ruddy mengemukakan vaksinasi masyarakat Kota Sorong untuk dosis pertama 55.748 orang, dosis kedua 34.421 orang dan dosis ketiga untuk nakes 173 orang.  Saat ini sedang dilakukan vaksinasi untuk masyarakat umum untuk mempercepat vaksinasi di Kota Sorong. ”Kegiatan vaksinasi di kota Sorong sudah mencapai 27 persen dari target 71% atau 203.000 orang untuk mencapai hard immunity di Kota Sorong,” ucapnya.

Jumlah pasien Orang Tanpa Gejala (OTG), gejala ringan maupun sedang, yang tengah menjalani perawatan di tempat Isolasi Terpusat (Isoter) Terapung KM Sirimau, hingga saat ini sebanyak 12 orang. Ruddy mengatakan, kurang dari satu minggu lebih lagi, perjanjian penggunaan KM Sirimau sebagai Isoter akan selesai. Dengan melihat perkembangan data Covid-19 di Kota Sorong, dimana kasus terkonfirmasi positif dan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat mengalami penurunan yang drastis, menjadi indikasi kemungkinan penggunaan KM Sirimau untuk Isoter tidak diperpanjang. “Tapi itu nanti tergantung keputusan pimpinan dari Kementerian Perhubungan,  BNPB, Kementerian Kesehatan, dan Wali Kota Sorong. Itu akan dibicarakan apakah akan diperpanjang atau tidak,” kata Ruddy Laku.

Penanganan pasien OTG di KM Sirimau sebagai tempat Isoter apakah efektif, Ruddy mengatakan sebenarnya kita tidak bisa melihat efektif atau efisiennya penggunaan KM Sirimau sebagai tempat isolasi terapung. ”Kita tidak bisa melihat dari sudut pandang itu, karena pemerintah dalam hal ini Wali Kota Sorong telah melakukan antisipatif ke depan, mengingat pada bulan Juli 2021 lalu terjadi lonjakan kasus yang sangat tinggi, dimana kasus per harinya bisa terjadi 300-350 orang terkonfirmasi positif. Dengan kondisi tersebut, apabila hal ini terus terjadi, maka rumah sakit di Kota Sorong akan kolaps, atau tidak akan mampu menampung pasien yang terkonfirmasi positif,” jelasnya.

Oleh karena itu, ada kebijakan dari Kementerian Perhubungan, dan disambut baik oleh Wali Kota Sorong tentang isolasi terapung.  ”Jadi ini merupakan langkah antisipatif, dimana kalau terjadi lonjakan orang yang terkonfirmasi positif, pemerintah daerah sudah siap. Jika kita bersantai dan kemudian itu terjadi, maka kita tidak siap, dan yang terkena dampaknya adalah masyarakat Kota Sorong. Jadi pemerintah melakukan antisipatif agar selalu siap, karena virus ini tidak dapat dikendalikan,” katanya.

Menurutnya, kita perlu bersyukur bahwa setelah kapal untuk isolasi terpusat ini ada, penanganan Covid-19 di Kota Sorong dapat berjalan dengan baik,  dimana angka  kasus terkonfirmasi positif menurun,  jumlah  pasien di rumah sakit menurun, dan jumlah kematian juga menurun,  tidak terjadi lonjakan Covid di Kota Sorong. ”Intinya, pemerintah daerah Kota Sorong melakukan antisipatif untuk menjaga lonjakan pasien terkonfirmasi positif,” imbuhnya. 

Kendati saat ini Kota Sorong berada di PPKM level 2,  ia menghimbau masyarakat Kota Sorong tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan.  ”Kami berharap masyarakat jangan lengah kendati kita sudah berada di PPKM Level 2. Tetap jaga prokes, pakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Hindari kerumunan, jangan eforia terlalu berlebih-lebihan,” pesannya. (ian/zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed