oleh

Covid-19 “Melahirkan” Peradaban Baru

-Metro-73 views

SORONG- Umat Kristiani seharusnya bersyukur karena dengan adanya wabah Covid-19, perayaan Natal dilaksanakan sederhana hampir disemua  dedominasi gereja termasuk jemaat – jemaat di lingkungan Klasis GKI Sorong. Demikian disampaikan Ketua Klasis GKI Sorong, Pdt. Isak Kwatolo dalam khotbahnya (26/12) di GKI Jemaat Getsemani Kamnas.

 Kalau tidak ada bencana Covid-19, lanjutnya, pasti kita ( umat Kristen) merayakan pesta Natal gila gilaan. “Kepanitiaan Natal dibentuk sana sini, karena ingin dipuji bahwa dia lebih hebat, sibuk bikin utang sana sini demi untuk pencitraan. Keluarga yang satu tidak mau kalah dengan keluarga yang lain, akhirnya bikin utang” tutur Pdt dalam khotbahnya. Ia menyebutkan, tidak salah jika kita merayakan Natal dengan meriah, tetapi justru yang terpenting menurutnya adalah kita memperbaiki hati dan hidup kita untuk menyambut kelahiran Kristus di dalam hati dan hidup kita.

Ia menuturkan, dengan adanya bencana covid-19 telah memberi pembelajaran bagi, khususnya umat GKI di tanah Papua bahwa ini sebuah pembelajaran untuk menginstropeksi diri bahwa bencana ini merupakan teguran yang nyata dari Tuhan untuk kembali membangun persekutuan dengan Tuhan. 

“Ini teguran, supaya kita merayakan Natal dengan lebih mengutamakan Tuhan. Tidak semata hanya karena kita ingin mengejar materi ( keegoisan) kita manusia” ucap Kwatolo.

Ia menguraikan, secara sains bisa saja manusia berlogika bahwa bencana Covid ini karena sebuah kebetulan. Tetapi kalau dilihat dalam prespektif rohani iman Kristen bahwa, saat ini, Tuhan sedang menegur dunia, menegur penduduk bumi ini karena ulah kesombongan dan keangkuhan. ” Bersyukur karena dengan adanya bencana covid-19, setiap keluarga dapat merayakan natal di rumah tangganya masing masing sekaligus menjawab perkataan Yesus ketika menghadiri dan memberkati pesta kawin di Kana,” tutur Kwatolo.

Bencana Covid telah menyadarkan diri bahwa kesederhanaan dalam menyambut kelahiran itu sangat penting. ” Bagi kami, perayaan Natal tahun ini sangat berhikmat dan ini bertanda suatu peradaban baru bagi kita bahwa untuk memaknai bahwa kita tidak lihat lagi, melihat kelahiran Kristus yang lahir di Betlehem, tetapi Yesus yang datang sebagai raja penyelamat seluruh umat manusia” tandasnya sembari menambahkan, walau bencana Covid-19 tidak tahu kapan berakhir tetapi yakinlah bahwa Allah terus menyertai kita melewati cobaan ini. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed