oleh

Corona, Mama-mama Papua Tetap Jualan

KAIMANA – Mama-mama Papua yang berasal dari 5 kampung di Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana yakni Kampung Marsi, Sisir, Foroma Jaya, Murano dan Mai-Mai, tak pernah surut dari perjuangan mereka untuk menghidupi ekonomi keluarga.
Mereka tetap berjualan, di tengah pandemi Corona di sepanjang emperan toko di ruas Jalan Trikora Kota Kaimana. Meski jarak tempu dari masing-masing kampung untuk sampai ke Kota Kaimana, ditempuh kurang lebih 1 sampai 1, 5 jam perjalanan laut dan darat.
Asnat Naguasai dan Miriam Naguasai, dua kakak beradik dari Kampung Murano ini mengatakan, mereka selama ini datang ke Kota Kaimana hanya untuk menjual hasil kebun mereka.
“Memang takut pak dengan Corona ini, tetapi bagaimana dengan kehidupan kami? Kami juga takut, tetapi kalau tidak keluar untuk jualan, lalu kami makan apa,” jelas Asnat Naguasai kepada wartawan, Kamis (7/5).
Dikatakan Asnat, hasil pertanian yang dijual ini merupakan hasil kebun, tetapi meski pun sedikit dari untung yang diperoleh tersebut, hanya untuk membeli kebutuhan hidup mereka, seperti beras, garam, ajinomoto, sabun dan minyak tanah.
“Kami datang dengan longboat, turun di kolam Sisir dan terus ke kota dengan menumpang taksi. Kalau untuk taksi kami bayar Rp 20.000 per kepala. Belum lagi kami harus beli minyak untuk jonson,” katanya.
Selain itu menurutnya, hingga saat ini belum ada bantuan sembako yang mereka terima di tengah pandemi Corona ini, sehingga terpaksa mereka harus berjualan untuk menghidupi keluarga mereka. Serta besar harapannya, sembako atau bantuan segera didistribusikan kepada mereka.
“Yah, kalau tidak laku, kita jual dengan harga murah. Biasanya ada yang datang ambil dari pasar, kalau sudah mulai sore,” ujarnya.
Paulina Sernau, warga Murano lainnya pun mengaku, jika hasil pertanian yang mereka jajahkan di emperan petokoan, tidak saban hari, karena disesuaikan dengan hasil pertanian yang mereka punya.
Kami kalau tidak mau keluar, lalu hasil pertanian kami mau kamu jual ke mana pak? Palingan hanya di Kota ini saja yang bisa laku hasil pertanian kami, ujarnya. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed