oleh

Clinton Tallo Calon Tunggal Flobamora PB

-Metro-92 views

AIMAS – Drs Dominggus mandacan secara resmi membuka kegiatan musyawarah umum ke-2 Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Papua Barat yang ditandai dengan penabuhan tifa. Kegiatan musyawarah IKF PB yang berlangsung di Hotel Aquarius, Jumat (19/3) ini diagendakan untuk membahas poin-poin penting dalam IKF sebelum dilantiknya Clinton Tallo yang maju sebagai calon tunggal IKF PB.

Pelaksana Harian (Plh) Ketua  Flobamora PB, Romanus Pegan mengutarakan, meski merupakan calon tunggal, hadirnya Clinton sebagai satu-satunya jago IKF PB periode 2021-2026 mendatang dikatakan telah dilakukan sesuai dengan mekaisme yang diatur dalam AD-ART Flobamora PB. Dijelaskannya bahwa, open rekruitmen bakal Ketua Flobamora PB telah dibuka selama seminggu sejak tanggal 3 hingga 10 Maret 2021. Namun selama masa pencalonan, hanya ada satu kandidat yang diusulkan, yakni Clinton Tallo.

“Terkait calon tunggal ini, prosesnya telah dilakukan sesuai AD-ART Flobamora Papua Barat bahwa calon ketua harus berdomisili di ibukota Provinsi PB, yakni di Manokwari. Pendaftaran pencalonan sebagai kandidat Ketua Flobamora PB juga telah dibuka sejak tanggal 3 hingga 10 Maret lalu, dan selama seminggu tersebut hanya satu orang yang dicalonkan atas nama Clinton Tallo yang tak lain adalah ketua demisioner IKF PB. Dengan demikian karena seluruh proses telah dilakukan sesuai aturan yang berlaku maka calon tunggal tersebut dianggap sah sebagai Ketua Flobamora PB periode 2021-2026 mendatang. hari ini kita lakukan musyawarah, lalu berikutnya akan dilakukan pelantikan,” jelas Romanus Pegan.

Sementara itu, terkait terbelahnya Flobamora Kota Sorong yang hingga kini masih saling mempertahankan kubu masing-masing, Clinton Tallo yang juga merupakan Ketua Demisioner Flobamora PB menungkapkan bahwa dirinya siap mengupayakan segala cara untuk menyatukan dua kubu tersbut (kubu Saffrudin Sabonnama dan kubu Martinus L. Mere) untuk menjadi satu kesatuan dalam rumah besar Flobamora PB. Dikatakannya, ketuka dua kubu tersebut masih bertikai, dirinya telah hadir untuk membantu proses mediasi keduanya. Namun memang belum ditemukan titik temu, hingga permasalahan tersebut berujung pada dualisme yang terjadi dalam Flobamora Kota Sorong.

“Sejak awal Flobamora Kota Sorong mengalami pertikaian saya sempat datang dengan kapasitas diri saya pribadi, untuk membantu mediasi kedua kubu tersebut. Namun memang belum ada  titik temu dan terjadilah dualisme. Oleh karena hal tersebut, ketika nanti saya terpilih lagi maka saya akan berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan adat istiadat NTT di tanah rantau ini. Ini menjadi tanggung jawab besar bagi kami Flobamora PB,” jelas Clinton.

Menurutnya, perbedaan pendapat dalam berorganisasi adalah sebuah hal yang wajar namun jangan sampai menimbulkan perpecahan. Baginya, Flobamora PB harus menjadi rumah besar bagi keluarga NTT, juga sebagai wadah dalam berorganisasi dengan baik. Sehingga untuk mencapai suksesnya sebuah organisasi maka seluruh orang-orang yang tinggal dalam rumah tersebut harus menyatukan tujuan dan meninggalkan ego masing-masing. 

“Saya fikir dalam forum besar ini kita benar-benar harus saling terbuka, egois harus ditinggalkan sehingga kita bisa berjalan menjadi Flobamora yang lebih baik lagi. IKF ini sebagai wadah orgaisasi, dan tidak ada organisasi yang suci, permasalahan beda pendapat pasti ada.. Namun harus diselesaikan, jangan sampai menimbulkan perpecahan. Untuk itu sebagai tokoh pendiri Flobamora PB, saya menganggap masalah beda pendapat hanyalah dinamika kecil yang sangat wajar, tapi saya memiliki kewajiban untuk menyatukan kembali kubu-kubu yang bertikai tersebut,” tuntasnya.(ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed