oleh

Ciptakan Tertib Lalulintas dan Prokes, Polda Hadirkan 10 KTL Pro di PB

MANOKWARI-Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat menetapkan 10 lokasi Kawasan  Tertib Lalulintas (KTL) Pro pada 10 kabupaten/kota. Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Papua Barat Kombes Pol Raydian Kokrosono, SIK mengatakan, KTL Pro dimaksudkan untuk menciptakan tertib berlalulintas serta digabungkan dengan penerapan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan virus corona (Covid-19).

‘’Kawasan tertib berlalulintas sebagai kawasan yang dibentuk, dibina, ditetapkan dan diawasi untuk menjadi suatu kawasan lalulintas yang mengimplementasikan  tata cara berlalulintas yang baik dan terwujud keamanan, ketertiban, kelancaran dan keselamatan lalulintas. Ditambahkan Pro, pelaksanaan standar protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, ‘’ jelas Dirlantas pada jumpa pers, di Kebun Lalulintas, Sabtu (22/5).

Adapun 10 lokasi KTL, di Manokwari di perempatan Haji Bauw, Kabupaten Sorong di Jalan Klamono, Kota Sorong di Sorong City, Fakfak di Jalan Patimura, Teluk Wondama di Rasiei, Kaimana di Jalan Trikora, Manokwari Selatan di Jalan Sujarwo Condronegoro, Teluk Bintuni di Kampung Lama Taman Kota, dan Sorong Selatan di Jalan Brawijaya.

‘’Yang diharapkan dari KTL Pro ini, timbulnya kesadaran berlalulintas dan disiplin protokol kesehatan, tanpa takut terhadap petugas, tetapi takut karena akibatnya, karena kecelakaan, pelanggaran atau terinfeksi Covid-19,’’ ujar Raydian.

Ditlantas Polda Papua Barat telah bersiap diri mengoperasikan 10 KTL Pro tersebut. Mantan Wakapolres Sorong Kota ini menjelaskan, jajarannya telah menggelar rapat lintas sektoral dengan stakeholder terkait. ‘’Alhamdulillah semua mendukung rencana dan program KTL Pro ini. Kami mohon dukungan seluruh lapisan masyarakat. Sinergitas sangat perlu,’’ ujar Dirlantas sambil meminta dukungan pers untuk membantu mensosialisasikan KTL Pro ini.

Di KTL Pro ini lanjut Raydian, tidak hanya Polantas yang bertugas, tetapi juga instansi lainnya seperti, Polisi Militer, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Satgas Penanganan Covid-19. Pelanggaran  yang akan ditangani, melebihi kecepatan, menerobos lampu merah, perilaku pengemudi, pelanggaran kendaraan roda dua, salah putar arah, lawan arus, pelanggaran TNKB, melanggar rambu jalan, parkir di area terlarang, pajak STNK, penggunaan masker, pelanggaran pedagang kaki lima serta uji berkala.

Direncanakan pengoperasikan KTL Pro ini akan diresmikan 9 Juni 2021 oleh Gubernur Papua Barat  yang dihadiri Pangdam, Kapolda serta pejabat lainnya. ‘’Kita bersama untuk melaksanakan program ini. Memberdayakan seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkan keamanan, ketertiban, kelancaran dan keselamatan lalulintas serta disiplin menjalankan protokol kesehatan,’’ jelas Dirlantas lagi.

Pelaksanaan KTL Pro dilaksanakan secara tertahap. Tahap pertama, Juni-Juli  dilaksanakan sosialisasi melalui media sosial dan media konvensional secara masif, tahap 2 sudah dilakukan penindakan sambil terus sosialisasi, dan tahap ketiga, penindakan, evaluasi serta sosialisasi.

Polda Papua Barat juga akan menerapkan penindakan secara elektronik dengan E-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement) atau pencatatan pelanggaran dalam berlalu lintas secara elektronik. Sedangkan untuk di tempat lain secara manual selektifitas.

Untuk tahap pertama, alat perekam E-TLE akan dipasang di perempatan Haji Bauw-Jalan Trikora Manokwari. para pelanggar akan mendapatkan pemberihuan lewat suara yang dikirim via Pos.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed