oleh

Cemburu, Sebar Video Bugil Mantan

JAYAPURA – Seorang pemuda berinisial SF (25), nekat menyebarkan video bugil mantan pacarnya sebut saja Bunga (22) melalui aplikasi messanger ke teman-temannya, karena marah ajakannya balikan ditolak korban, ­serta cemburu mengetahui korban dekat dengan pria lain. Atas perbuatannya, pelaku ditangkap Tim Opsnal Cycloop Polres Jayapura, akhir pekan kemarin. 

Kapolres Jayapura AKBP Dr. Victor Dean Mackbon,SH,S.IK,MH,MSi melalui Kasat Res­krim AKP Henrikus Yossi Hendrata,SH,S.IK yang dikonfirmasi, Sabtu (11/7) membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, antara korban dan pelaku pernah memiliki hubungan special, namun sejak awal 2020 ke­duanya tak lagi berhubungan. ”Pelaku penyebar video ­tanpa busana yang merupakan ­mantan pacarnya. Pelaku ­kami tangkap sesaat sebelumnya meneror korban dan datang ke kompleks rumahnya, disaat itu korban yang sudah berkomunikasi dengan kami langsung berhasil ditangkap,” jelasnya.

Menurutnya, ini berdasarkan laporan polisi yang dibuat korban, Bunga (22) tanggal 17 Maret 2020. Pelaku sempat buron, melarikan diri ke ­Sulawesi Selatan, sebelum akhirnya berhasil ditangkap. Pelaku mengaku merekam video bugil pada bulan Ja­nuari 2019 saat masih berpacaran dengan korban. Saat itu pelaku dan korban berkomunikasi melalui video call, pelaku menyuruh korban melepaskan busananya. Tanpa sepengetahuan korban, pelaku merekam video tersebut dan menyimpannya.

Pada Januari 2020, hu­bungan special pelaku dan korban berakhir. Di bulan Maret, pelaku mengajak balikan, namun korban menolaknya. Menge­tahui korban dekat dengan pria lain, pelaku cemburu dan marah lalu menyebarkan video tanpa busana korban ke teman-­temannya melalui aplikasi messenger. ”Pelaku SF (25) saat ini sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Jaya­pura untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku kami jerat dengan pasal 45 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar,” jelas ­Yossi Hendrata. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed