oleh

Cegah Korupsi Satuan Pendidikan, “Jaksa Masuk Sekolah”

-Metro-274 views

SORONG- Rombongan Kejaksaan Negeri Sorong yang dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri  Sorong Erwin Saragih, SH.MH kemarin (27/5)  menyambangi Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat.

Kedatangan orang nomor satu di Kejari Sorong tersebut bukan melakukan penindakan hukum terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas tersebut, tetapi melakukan Sosialis asi pencegahan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) kepada 75 bendahara dan kepala sekolah, se- Kabupaten Maybrat.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Dalam sambutannya, Kajari Sorong mengapresiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat yang bisa terbuka membangun kerja sama yang baik dengan Kejaksaan Negeri Sorong untuk menggelar kegiatan Sosialisasi Jaksa Masuk Sekolah dan pencegahan tindak pidana pengelolaan penggunaan dana BOS oleh satuan pendidikan di Kabupaten Maybrat. 

Baca Juga : Kejaksaan Tolak Dalih Permohonan LP3BH

Dijelaskan Kajari bahwa wilayah Kerja Kejari Sorong meliputi lima kabupaten-kota di Papua barat yakni, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Tambrauw. ” Kalaupun dalam pelaksanaanya jika ada indikasi penyalahgunaan dana BOS, tetap ada dalam proses pembinaan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), kalau masih tetap melakukan hal yang sama pasti akan di tindak Aparat Penegak Hukum (APH)” tambah Kajari.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat, Korneles Kambu, S.Sos, M.Si menjelaskan, program Jaksa Masuk Sekolah ini merupakan program kejaksaan untuk Dinas Pendidikan di seluruh Indonesia.

“Kalau dalam pengelolaan dana BOS ada pihak – pihak yang merasa dirugikan silahkan saja melapor ke kejaksaan, Artinya bahwa kita ini tidak ada yang kebal hukum,” tegas Kadis Pendidikan.

Oleh karena itu, lanjut Korneles Kambu, sosialisasi ini menjadi sarana penting untuk para kepala sekolah, bendahara pengelola dana BOS, agar kedepan dalam pengelolaan dana BOS hanya diperuntukan untuk membelanjakan kebutuhan operasional seperti pengadaan buku, ATK, seragam, dan bebeapa item lain.

Setelah mendapat sosi alisasi para kepala sekolah terutama yang ada di daerah pedalaman Maybrat seperti Ainesra, mengaku sulit memanfaatkan kucuran dana BOS karena untuk menunjang  operasional transportasi dan kebutuhan lain, itu tidak cukup.(ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed