oleh

Capaian Vaksinasi Paling Rendah di Pegaf 0,3%

Tambrauw 2,9%, Maybrat 3,6%, Tertinggi Manokwari 25,5%

MANOKWARI-Pemerintah Provinsi Papua Barat dan kabupaten/kota didukung jajaran TNI, Polri mengencarkan kegiatan vaksinasi massal. Namun ada 3 kabupaten di Provinsi Papua Barat yang bergerakan atau capaian vaksinasi sangat lambat, yakni, Pegunungan Arfak, Maybrat dan Tambrauw.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Otto Parorongan, SKM, MKes mengakui, ada persepsi masyarakat yang berbeda terhadap pandemi virus corona (Covid-19) sehingga tak begitu peduli terhadap program vaksinasi. Kegiatan vaksinasi di Pegaf belum pernah dilakukan.

Hanya pernah dilakukan vaksinasi terhadap pejabat pelayanan publik dan tenaga kesehatan Pegunungan Arfak. Itupun dilaksanakan di RSUD Provinsi Papua Barat.

‘’Pergerakan vaksinasi itu tetap naik di semua kabupaten/kota, kecuali Pegaf, Tambrauw dan Maybrat itu lambat sekali pergerakannya. Yang pernah kita lakukan vaksinasi itu pejabat pelayanan publik dan tenaga kesehatan Pegaf, sedangkan masyarakat sendiri belum dilaksanakan,’’ ujar Otto kepada wartawan, di kantor Kejari Papua Barat, Rabu (14/7).

Sedangkan vaksinasi terhadap aparatur sipil negara (ASN) menurut Kadis Kesehatan sudah mulai membaik sejak Gubernur mengancam akan memberi sanksi terhadap ASN yang tak mau divaksin. Meski begitu, vaksinasi terhadap ASN belum sesuai harapan. ‘’Pastinya tidak akan capai 100% karena ada yang hamil, ada  yang sakit dan sebab lainnya,’’ ucapnya.

Pemprov PB telah melaksanakan vaksinasi massal di empat lokasi, Fanindi, Arowi, Sanggeng dan Amban. Pekan ini vaksinasi dilanjutkan di Reremi Kelurahan Manokwari Barat pada Jumat (16/7). Kodam XVIII/Kasuari vaksinasi massal di terminal Pasar Wosi sedangkan Polda di Maripi.

Data yang disampaikan Kadis Kesehatan, capaian vaksinasi penduduk Papua Barat per 13 Juli 2021 baru mencapai 15,1% atau 117.530 orang untuk dosis 1 dan 6,8% dosis 2 dari target sasaran 777.290 orang. Dosis 1 paling tinggi di Manokwari 25,5% atau 33.231 orang dari target sasaran 130.308, diikuti Teluk Wondama 19% atau 5.318 orang dari target sasaran 27.401 orang, Manokwari Selatan 17,8% atau 4.484 orang dari target sasaran 25.122 orang, Kaimana 16,3% atau 6.876 orang dari target sasaran 42.262 orang, Teluk Bintuni 15,8% atau 9.623 orang dari target sasaran 9.623 orang dari target sasaran 60.831 orang, Kota Sorong 14,7% atau 28.824 orang dari target sasaran 196.145 orang.

Paling rendah capaian vaksinasi dosis 1, Pegunungan Arfak hanya 0,3% baru 77 orang divaksin dari target sasaran 29.343 orang, Tambrauw 2,9% atau 565 orang dari target sasaran 19.727 dan Maybrat baru capai 3,6% atau 1.115 orang dari target sasaran 30.664 orang.

Untuk dosis 2, tertinggi Manokwari sebanyak 15.806 orang atau 12,1%, diikuti Teluk Wondama 8,5% atau 2.324 orang, Kota Sorong 8,1% atau 15.926 orang, Kabupaten Sorong 6% atau 4,849 orang. Paling rendah Pegunungan Arfak 0,2% atau 67 orang, Tambrauw 1,2% (244 orang) dan Maybrat 489 orang atau 1,6%.

Sementara itu, Kejati Papua Barat, kemarin melaksanakan vaksinasi massal. Sekitar 600-an warga divaksin, melewati target. Dihadiri Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, Pangdam XVIII/Kasuari, Kapolda Irjen Pol Tornagogo Sihombing, Kajati Wilhelmus Lingitubun dan Bupati Manokwari Hermus  Indou.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed