oleh

Capacity Building, KPPN Gandeng Radar Sorong

-Ekonomi-133 views

SORONG – Menggandeng Harian Radar Sorong, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sorong Jumat (10/7) menggelar acara capacity building yang berlangsung di Aula KPPN Sorong.
Capacity Building yang ­diikuti pejabat dan pegawai KPPN Sorong menghadirkan Pemimpin Redaksi Radar Sorong, Rosmini. Dalam releasenya, Kepala KPPN Sorong, Juanda menjelaskan, capacity building bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui literasi jurnalistik.
Tah heran, dalam sharing knowledge tentang literasi jurnalistik, Rosmini pun menjelaskan tentang dasar-dasar jurnalistik, khususnya menyangkut teknik menulis berita.Dikatakan oleh Pemred Radar, membuat berita tidaklah susah, yang penting adalah memahami jenis berita yang akan dibuat.
Dua jenis berita yang sering dipakai di media cetak ­seperti Radar Sorong adalah berita straight news dan berita feature. “Dua jenis berita ini (straigt news dan feature) yang selalu ada di Radar Sorong,”­ujar Rosmini.
Lebih lanjut, Rosmini pun menjelaskan tentang teknik menulis berita straight news yang tidak lepas dari unsur berita 5 W+ 1 H, yakni what (apa), who (siapa), where (dimana), when (kapan) why (mengapa) dan how (bagaimana).
“Berita straight news itu berita yang melaporkan kejadian secara langsung, berita kejadian tidak boleh ditunda, dan cara membuat berita adalah dengan menerapkan bentuk piramida ­terbalik.
Lebih lanjut Rosmini menambahkan bahwa membuat berita strigh news itu seperti piramida terbalik. Dari yang terpenting, penting, kurang penting dan tidak penting (pelengkap). “Kunci membuat berita straight news adalah menentukan angle (sudut pandang) dari sebuah kejadian (peristiwa) kemudian membuat lead (teras) berita. Lead berita itu sebagai kalimat pembuka yang akan menuntun pembaca untuk terus membaca ­berita itu,”ujar Rosmini.
Capacity building yang diawali dengan literasi jurnalistik ini disambut antusias oleh para peserta. Terlebih dalam menyampaikan ­materi, Rosmini mengedepankan teknik dua arah, artinya peserta dan nara sumber saling komunikasi dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan.
“Para peserta sangat antusias menyimak apa yang disampai­kan oleh Pemred Radar Sorong,”ujar Junaidi, Kepala KPPN Sorong yang mempraktekkan pengetahuan jurnalistik yang diperoleh ­kemarin dengan mengirim release berita.
“Rangkaian kegiatan capacity building yang diawali dengan literasi jurnaltik ini sangat bermanfaat bagi PNS di lingkup KPPN Sorong,”tandas Juanda.
Bertemakan tingkatkan kemampuan literasi, bangun sinergi, raih prestasi di tengah pandemi diharapkan, kemampuan SDM KPPN Sorong dapat mengembang ide gagasannya lewat literasi jurnalistik. (**/zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed