oleh

Bupati Yakin Menang Gugatan PTUN 

SORONG – Bupati Kabupaten Sorong, Dr Johny Kamuru,SH,MSi yakin memenangkan perkara gugatan di PTUN Jayapura terkait pencabutan izin usaha 3 perusahaan kelapa sawit. Bahkan jika hal itu benar-benar terjadi, maka maka keputusan hakim bisa menjadi yurisprudensi.

“Saya tegaskan bahwa itu terjadi maka pasti putusan hakim akan jadi yurisprudensi. Ini bisa saja menjadi contoh seluruh Kepala daerah di Indonesia. Saya yakin bahwa gugatan ini akan ditolak dan kita akan memenangkan perkara ini. Sebab menurut saya ini adalah hal yang tidak sesuai prinsip,” kata Johny Kamuru saat jumpa pers, Senin (30/8).

PMB OPBJJ-UT Sorong

Keyakinan memenangkan gugatan di PTUN tidak terlepas dari rangkaian prosedur yang telah dilalui sebelum memutuskan mencabut izin usaha 4 perusahaan kelapa sawit tersebut. Apalagi lanjut Bupati Sorong, sudah nyata ada pelanggaran yang dilakukan oleh pihak perusahaan terkait pergantian manajemen, serta tidak berjalanannya aktivitas perusahaan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menurutnya, ada puluhan ribu hektar lahan izin usaha yang dikeluarkan, namun pada pelaksanaannya hanya beberapa ribu hektar yang eksisting dilakukan penanaman. Hal tersebut dinilai sangat mengesampingkan keadilan bagi masyarakat, sementara perusahaan berupaya mencari keuntungan sebesar-besarnya. “Kami melihat bahwa ini salah peruntukan. Kami melihat para pengusaha ini memang lihai dan pandai melakukan kegiatan yang merugikan masyarakat. Bahkan beberapa perusahaan yang ada saat ini sudah berganti manajemen meskipun dengan nama yang sama, misalnya manajemen yang lama menjual sahamnya kepada manajemen yang baru,” beber Johny Kamuru.

Bupati menjelaskan, sebelum digugat di PTUN, 3 perusahaan yang izinnya dicabut, melayangkan surat pernyataan keberatan atas pencabutan izin usahanya. Namun belum sempat dibalas oleh Bupati Sorong, pihak perusahaan langsung menggugat ke PTUN. “Mereka sempat mengirim surat mengajukan keberatan, seharusnya mereka menunggu kami membalas surat itu, baru mereka bisa mengambil langkah berikutnya untuk melayangkan gugatan. Namun tidak masalah, saya pikir itu adalah hak mereka, yang jelas kami tetap siap hadapi itu,” tegasnya.

Disinggung mengenai terganggunya kegiatan investasi di masa yang akan datang setelah adanya permasalahan ini, Bupati Sorong mengaku tak khawatir. Permasalahan seperti yang terjadi saat ini memang seharusnya dibereskan sedini mungkin, sehingga penegakan aturan terhadap kegiatan investasi dapat benar-benar dilaksanakan. “Bagi saya permasalahan ini memang harus dibereskan sejak awal sehingga investor lain bisa masuk, karena kita ingin benar-benar tegakkan aturan. Sebab investor justru senang jika kita memberikan kemudahan investasi serta aturan yang jelas dalam kegiatan ini. Berikutnya juga termasuk tenggang waktu yang tidak terlalu lama bagi investor untuk melaksanakan kegiatannya,” jelasnya.

Untuk mencegah permasalahan yang sama tidak terulang kembali, pemerintah Kabupaten Sorong juga terus mendorong beberapa perusahaan yang masih eksisting untuk memaksimalkan kegiatan operasinya sesuai prosedur. Jangan sampai tiga perusahaan kelapa sawit yang masih eksisting saat ini melakukan kesalahan yang sama dengan melanggar aturan yang ada. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed