oleh

Bupati Usulkan Nama Pelaksana Tugas Sekda

Bupati Kabupaten Kaimana Drs. Matias Mairuma mengatakan, jika telah mengusulkan satu nama Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kaimana, ke Gubernur Papua Barat (PB) Dominggus Mandacan. Menggantikan Rita Teurupun yang mengundurkan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) karena mencalonkan diri sebagai Bupati Kaimana periode 2020-2025.
“Jadi Ibu Sekda (Rita Teurupun), kalau tidak ada halangan akan mendaftar sebagai calon bupati dan wakil bupati di KPUD. Saat pendaftaran di KPUD nantinya, sesuai waktu yang ada berkas harus diverifikasi. Lalu terakhir ada penetapan calon tetap, sekitar tanggal 28 (September). Pada saat penetapan calon tetap nanti, seorang PNS harus mengundurkan diri dari jabatan. Bukan saja jabatan, akan tetapi status PNS juga,” jelas Bupati Kaimana Matias Mairuma kepada awak media di Kantor Bupati Kaimana, Kamis (3/9).
“Pada saat tanggal 28, Ibu Sekda ditetapkan sebagai calon tetap, maka saya akan dorong Plt Sekda. Hari ini, saya sudah mengusulkan calon Plt Sekda Kaimana ke bapak Gubernur Papua Barat, sebagai pemberitahuan,” lanjut bupati.
Dikatakan Bupati Mairuma, secara bersamaan Pemda Kaimana juga telah disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang Pembentukan Panitia Seleksi Lelang Jabatan.
“Kebetulan 9 jabatan eselon II ini kan masih Plt. Dalam kondisi Pilkada kayak gini, saya tidak bisa langsung mendorong pejabat definitif walaupun sudah ada permintaan dari DPRD Kaimana. Untuk menduduki sebuah jabatan definitif eselon II harus mengikuti seleksi,” kata bupati.
Panitia seleksi saat ini yang telah disetujui Mendagri, menurut bupati, ketuanya Sekda Kaimana. Sehingga bupati perlu mengantisipasi, jika nantinya Sekda Kaimana saat ini ditetapkan sebagai calon tetap di Pilkada Kaimana sehingga perlu merubah panitia seleksi lelang jabatan.
“Usulan draft saya sudah siapkan dan sudah masuk ke pak Gubernur Papua Barat, selaku perwakilan Pemerintah Pusat di daerah. Kalau nanti faktanya di KPUD demikian, itu artinya usulan calon ketua panitia seleksi disetujui oleh Kemendagri maka selain 9 jabatan yang akan diseleksi plus dengan seleksi Sekda definitif. Plt Sekda ini kan tidak boleh lebih dari tiga bulan, sebelum akhir Desember,” terangnya.
Bupati menjelaskan, syarat sebagai Sekda definitif yakni sudah pernah menjabat sebagai pejabat esselon dua yang berbeda.
“Tinggal dinventarisir, siapa-siapa saja. Kepala dinas siapa saja, kalau hanya satu jabatan eselon dua berarti belum memenuhi syarat. Itu yang saya antisipasi usulan, supaya tidak terjadi kekosongan,” ujarnya. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed