oleh

Bupati Maybrat Panen Raya Kacang Tanah

-Metro-1.249 views

SORONG– Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM Selasa (27/8) melakukan panen raya kacang tanah yang dikelola kelompok tani Distrik Ayamaru Barat Raya binaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, Marthen Howay, S.Hut menjelaskan. Panen raya kacang tanah ini mengacu pada visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Maybrat tahun 2017-2022, khususnya pada sapa cipta kelima yaitu menata dan mempromosikan potensi daerah serta menggalang investsasi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, yaitu dengan beberapa program prioritas seperti program pengembangan pertanian diantarannya komoditi local kacang tanah, bawang merah dan ubi – ubian.

Ia menjelaskan, pengembangan komoditi kacang tanah untuk tahun 2019 seluas 100 hektar dengan lokasi penyebaran dengan lokasi penyebarannya di lima distrik yaitu Distrik Ayamaru Barat, 10 hektar, Distrik Ayamaru 5 hektar, Distrik Ayamaru Selatan 35 hektar, Distrik Ayamaru Selatan Jaya 15 hektar, Distrik Aitinyo Barat 10 hektar, Distrik Ayamaru Timur Selatan 10 hektar.

 “Kegiatan ini bersumber dari dana Otsus tahun 2019,” kata Kepala Dinas Sembari menambahkan, tradisi menanam kacang tanah di Kabupaten Maybrat telah membudidaya turun temurun sejak nenek moyang. “Sebagian besar orang Maybrat yang sukses di birokrasi atau politik, bahkan pengusaha, orang tuannya adalah petani kacang tanah. Sampai ada istilah yang ‘sarjana kacang tanah’, ‘sarjana bawang’,” kata Kepala Dinas sembari menambahkan selain kacang tanah juga ada pembinaan untuk petani kacang hijau sebanyak 35 hektar dan petani sagu 30 hektar.

Dikesempatan yang sama, Bupati Maybrat, Drs Bernard Sagrim,MM menjelaskan bahwa pembinaan terhadap kelompok tani, baik pertani kacang tanah, petani kacang hijau, petani sagu dan yang lainnya adalah bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Papua untuk mengembangkan potensi komoditi local.

“Jadi kami terus memberikan dukungan dan pembinaan supaya petani dapat mandiri mengelola potensi sumber daya yang ada. Bicara pemberdayaan ekonomi dalam konteks otonomi khusus, tidak hanya identik dengan pembagian paket proyek tetapi pemberdayaan pertanian,” jelas Bupati Maybrat.

Menurutnya, ke depan sudah harus berpikir ekonomis, berpikir pasar (market) tidak lagi sporadis seperti, mulai dari tanah, proses sampai hasil biaya yang dikeluarkan berapa, keuntungan berapa harus diperhitungkan.” jelasnya, sembari menambahkan bahwa, tidak hanya dana Otsus, kedepan dana kampung juga akan dikembangkan untuk pemberdayaan di bidang pertanian, perkebunan.

Pada kegiatan panen raya kacang tanah, Bupati Maybrat juga menyerahkan uang pembinaan senilai Rp 40 juta kepada kelompok tani kacang tanah. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed