oleh

Bupati Maybrat Dihadang Pencaker

Bernard Sagrim : Tidak Benar Ada Penambahan Formasi CPNS 2018

SORONG – Akses jalan utama ibukota Distrik Ayamaru dua kali dipalang sejumlah tokoh, ibu-ibu, dan para pencari kerja (Pencaker), sebagai bentuk protes kepada pemerintah daerah Kabupaten Maybrat karena diduga tidak transparan dalam merekrut CPNS formasi tambahan 2018 yang disebut-sebut berjumlah 50 formasi. Aksi pemalangan jalan ini membuat Bupati Maybrat Dr.Drs Bernard Sagrim,MM yang saat itu hendak melakukan perjalanan ke Kumurkek, dihadang oleh kelompok massa pendemo.

Setelah menemui massa dan memberikan penjelasan, akhirnya palang jalan dibuka, orang nomor satu di Kabupaten Maybrat ini akhirnya bisa melanjutkan perjalannya ke Kumurkek. Aksi pemalangan yang berlangsung Senin (7/6) lalu, menyita perhatian publik hingga viral di sosial media. Selain di Ayamaru, aksi yang sama juga dilakukan di Kumurkek ibukota Kabupaten Maybrat.

Salah satu pencaker yang meminta namanya tidak dimediakan mengatakan bahwa jalan raya Ayamaru dipalang karena Pemda Maybrat dinilai tidak transparan terkait penambahan formasi CPNS Tahun 2018. ”Mencermati hal ini, kami sebagai pencaker asal Maybrat menilai bahwa sebagai pejabat Maybrat yang terkait tidak terbuka dalam hal ini. Sebenarnya mereka pejabat ini harus transparan dalam mengakomodir pencaker asal Maybrat dengan memperhatikan 3 suku besar yaitu Ayamaru, Aitinyo dan Aifat, secara kkusus pencaker yang telah mengorbankan tenaga, waktu dan juga materi dalam berkontribusi dalam pemilihan kepala daerah Maybrat Tahun 2017 untuk SAKO,” tegasnya.

Dikatakannya, tujuan mereka  ‘kerja politik’ itu untuk harus jadi tuan di negeri sendiri. ”Saya menilai bahwa sistim pemerintahan Maybrat sekarang ini banyak mengebiri hak sulung orang asli Maybrat khususnya kami kelompok milineal yang sebenarnya harus berdaya di tanah kami Maybrat di sektor pengangkatan sebagai CPNS, sebagai pengusaha dan lain sebagainya, tetapi kenyataanya terbalik,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Maybrat Dr. Drs. Bernard Sagrim,MM dalam pernyataannya bahwa beredarnya informasi penambahan CPNS formasi 2018 tidak benar. “Yang benar adalah rencana pemerintah daerah membuka penerimaan CPNS formasi 2019-2020 yang akan dilaksanakan pada tahun ini,” kata Bernard ­Sagrim.

Oleh karenanya, Sagrim mengingatkan kepada masyarakat khususnya pencari kerja, supaya jangan mudah terprovokasi dengan isu yang sengaja disebar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Bupati Maybrat mengatakan, sebagai masyarakat intelektual, para pencaker harusnya mendengar informasi dengan baik, informasi tersebut dicrosscek dengan baik kepada pemerintah, bukan sepihak menggunakan otot melakukan aksi palang jalan dan sebagainnya. ”Harus gunakan otak dulu baru gunakan otot, bukan dibalik,” tukas Sagrim. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed