oleh

Bupati akan Hibahkan Kendaraan Operasional

Untuk mendukung optimalisasi pelayanan dan peningkatan mental spiritual umat beragama (Kristen, Katolik Islam)  di Kabupaten Maybrat, pemerintah akan memberikan fasilitas kendaraan mobil dan motor untuk menunjang operasional pelayanan. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim,MM saat memberikan sambutan pada acara penyerahan insentif para tokoh agama, perempuan, adat, masyarakat dan pemuda di kumurkek ibu kota Kabupaten Maybrat, baru-baru ini.

Pemberian hibah kendaraan yang dimaksud, kata bupati, bukan berarti pengadaan atau belanja kendaraan baru, tetapi akan mengoptimalkan kendaraan kendaraan dinas milik pemerintah yang telah disita pemerintah daerah. 

“Selain pemberian insentif pelayan, akan ada kebijakan lagi yang kami lihat lagi dari sisi transportasi. Karena sekarang terbentur dengan regulasi, tidak boleh ada pengadaan kendaraan baru, sehingga langkah yang akan diambil adalah menghibahkan kendaraan kendaraan dinas milik pemerintah yang ada” jelas bupati.

Kendaraan kendaraan dinas yang dimaksud, lanjut bupati menjelaskan, adalah pejabat yang miliki lebih dari satu kendaraan dinas baik mobil atau motor, sehingga oleh KPK menginstruksikan pejabat, mantan pejabat yang miliki lebih dari satu kendaraan wajib mengembalikan ke negara, terkecuali kendaraan tersebut sudah di Dum atau di putihkan jadi hak milik.

“Jadi kendaraan yang ada nanti akan dibagikan ke pimpinan eksekutif, legislatif kemudian lanjut kepada pimpinan lembaga keumatan yang ada” kata bupati dalam arahannya kepada para tokoh yang hadir.

Apabila situasi dan kebutuhan memaksakan untuk pemerintah untuk pengadaan kendaraan baru, maka pihaknya akan menggelar rapat kerja dengan pimpinan lembaga keagamaan, “Di Maybrat ada 8 dedominasi gereja, ditambah satu pengurus masjid yang ada di Kumurkek maupun Ayamaru untuk sama sama putuskan,” tandas Bupati sembari menjelaskan bahwa mengapa kendaraan operasional pimpinan kelembagaan ini sangat penting untuk menunjang aktivitas pelayanan, terutama pelayanan kepada jemaat yang ada di wilayah pinggiran  seperti Aifat Timur Jauh, Mare Raya wilayah Aitinyo.

Dikatakan bupati, kehadiran pemerintah bukan serta merta untuk membangun sarana prasarana fisik, tetapi yang sangat penting adalah kehadiran para hamba hamba Tuhan,  pendeta, guru jemaat, Guru Injil, Penatua, Syamaset, Pastor dan ulama. Ini juga sangat penting untuk mendukung pemerintah dalam berbagai kebijakan pembangunan. Oleh karena itu sudah merupakan kewajiban dan keharusan untuk pemerintah wajib memberikan perhatian penuh kepada  pimpinan lembaga keumatan yang ada. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed