oleh

Bumil dan Balita Terpapar Corona

SORONG -Dari total 82 sampel swab yang dikirim ke Balai Besar Laboratorium Makassar pada Sabtu (9/5), 17 diantaranya dinyatakan positif terpapar coronavirus disease 2019 (Covid-19). Sehingga, total positif corona di Kabupaten Sorong berjumlah 29 orang.  Dari total 17 kasus baru postif corona, 10 diantaranya perempuan, usia tertua 80 tahun dan termuda 2 tahun 10 bulan. Dari 10 perempuan yang positif corona tersebut, seorang diantaranya merupakan ibu hamil (Bumil). Dari total 29 orang positif corona, terdapat 3 pasangan suami istri. Demikian diungkapkan Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sorong, Ir. Moh Said Noer,MSi dalam pemaparannya di depan gedung PKK Kabupaten Sorong, Jumat (15/5).

Dikatakannya, dari 82 orang yang menjalani pengambilan sampel swab, 68 orang merupakan keluarga dari pasien yang sebelumnya sudah dianyatakan positif Covid-19 dan 14 orang lainnya yang menjalani masa isolasi di Gedung Dharma Wanita Persatuan (DWP). “Total yang menjalani swab sebanyak 82 orang, 68 orang merupakan keluarga dari yang positif Covid-19 sebelumnya, sementara 14 orang yang menjalani isolasi, 12 di Gedung DWP dan 2 lagi di Rumah Sakit Rujukan,” terang Said Noer. 

Dari total pasien yang positif, seluruhnya tersebar di 5 distrik yakni Aimas, Mayamuk, Moisigin, Salawati dan Mariat. Seluruh pasien positif corona akan menjalani masa isolasi di 3 lokasi yakni di Gedung DWP, PKK dan GOW.  “Nanti dipisah, ada yang di DWP, di PKK sama di GOW. Karena ada 3 pasangan suami istri, jadi nanti dijadikan di satu gedung yang terbagi di 3 kamar,” terangnya. 

Meski tempat isolasi berada di lingkungan pemerintahan Kabupaten Sorong, Said Noer menyatakan hal tersebut tidak mengganggu aktivitas perkantoran yang masih dilakukan di beberapa instansi. Masing-masing gedung mendapatkan penjagaan, sehingga aktivitas perkantoran dapat berjalan seperti biasanya. “Tidak mengganggu, aktivitas perkantoran yang masih berjalan tetap berjalan seperti biasa,” ucapnya. 

Selain memaparkan penambahan jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Sorong, Said Noer juga menyampaikan adanya 2 pasien dengan status Orang Dalam Pengawasan (ODP) yakni AS dan JU (inisial,red) yang selama ini menjalani isolasi di Gedung DWP, telah dinyatakan sembuh atau negative corona setelah melalui tes swab sebanyak 2 kali. “Dua orang ini awalnya bergabung bersama dengan klaster Gowa, karena sudah dari awal sama-sama maka dilakukan isolasi juga. Tapi sejak awal 2 orang ini sudah dinyatakan negative, lalu untuk hasil kedua ini juga hasilnya negative, sehingga sudah diperbolehkan pulang berkumpul dengan keluarga,” terangnya. 

Selain itu, dari total 12 orang yang dinyatakan positif Covid-19 pada swab pertama, kini 2 orang lainnya dinyatakan negative setelah menjalani swab kedua. Namun, untuk memastikan kedua orang tersebut benar-benar sembuh, akan dilakukan tes swab ketiga. “Jadi untuk sementara 2 orang yang hasilnya negative untuk swab kedua ini, dipindahkan dulu di Gedung GOW sampai menjalani tes swab ketiga,” jelas Said Noer. 

Selama menjalani isolasi, Said Noer mengatakan, asupan makanan bergizi diberikan kepada seluruh pasien yang menjalani isolasi di gedung DWP. Selain itu, asupan vitamin dan susu serta buah-buahan juga diberikan untuk pemenuhan gizi para pasien. 

Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru,SH,MSi menyampaikan apresiasi terhadap kinerja dari Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sorong. Bertambahnya jumlah pasien positif Covid-19 menunjukkan cepat tanggap Tim Satgas untuk memutus mata rantai penyebaran corona di masyarakat. “Tim Satgas sudah bertugas dengan sangat baik, melalui prosedur yang diatur oleh pusat hingga ke jajaran bawahnya. Penambahan pasien positif ini menunjukkan Tim Satgas cepat tanggap memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” katanya. 

Bupati mengingatkan agar pasien yang telah dinyatakan sembuh, tidak dikucilkan di tengah masyarakat. Ia memastikan, pasien yang telah dinyatakan sembuh dapat diterima kembali di masyarakat setelah dilakukan sosialisasi oleh Tim Satgas, Kepolisian, bahkan Bupati Sorong sendiri yang rencananya akan turun mensosialisasikan ke masyarakat.  “Mereka ini sudah sembuh, sudah sama dengan warga yang lain, jadi tidak perlu dikucilkan,” ucapnya. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed