oleh

Bulog Distribusi Ribuan Ton Beras

-Ekonomi-208 views

SORONG – Bulog yang baru saja menginjak usia 53 tahun, tepat pada Minggu (10/5) lalu sudah memberikan bukti nyatanya dalam berkontribusi menopang kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Bulog Sub Drive Sorong sendiri tak luput dalam tugasnya menjaga ketahanan pangan di wilayah Sorong Raya terlebih lagi dalam kondisi pandemi saat ini.
Selama situasi pandemi yang melanda Kota Sorong sejak bulan Maret hingga Mei, Bulog Sub Drive Sorong telah mendistribusikan ribuan ton beras kepada masyarakat. Hal ini diungkapkan langsung oleh Pimpinan Cabang Bulog Sub Drive Sorong, Rendy Ardiansyah, Selasa (12/5).
“Sejak awal prahara Covid-19, Bulog Sub Drive Sorong telah menyalurkan lebih dari 1000 ton beras. Kalau diakumulasikan dengan total beras dari operasi pasar, penyediaan golongan anggaran, TNI/POLRI dan masyarakat, mungkin kisarannya lebih dari itu,” ungkap Rendy saat ditemui Radar Sorong di ruang ­kerjanya.
Dari awal saat munculnya Covid-19, stok beras di Gudang Tulog total sebanyak 3.500 ton. Namun setelah pendistribusian sampai pada bulan Mei ini, stok di gudang tersisa 1.900 ton. Namun untuk berkomitmen menjaga ketahanan pangan di Sorong Raya, Bulog juga telah menyiapkan sebanyak 1.200 ton beras lagi, yang kini sudah dalam perjalanan yang sesuai estimasi kemungkinan akan tiba di Pelabuhan Sorong pada minggu ke-3 bulan ini.
“Stok fisik di gudang 1.900 ton ditambah 1.900 ton dalam perjalanan jika ditotal sudah lebih dari 300an ton. Ini artinya kita bisa tahan sampai tiga bulan ke depan. Target kita memang, dua bulan setelah lebaran ketersediaan masih aman,” kata Rendy.
Dijelaskannya, trend kebutuhan pembelian beras belakangan ini justru naik. Hal ini terjadi sejak meluasnya penyebaran pandemic Covid-19 hingga ke Kota sorong dan beberapa daerah di Sorong Raya. Sebelumnya konsumsi beras Bulog hanya berkisar antara 700-800 ton per bulan, dan kini sudah mencapai 1.000 per bulan.
Menurut Rendy, kontribusi Bulog dalam hal ini hanya sebatas supplier untuk menyiap­kan kebutuhan pangan minimal untuk dua sampai tiga bulan ke depan.
Bagi ­Rendy, yang penting dilakukan Bulog dalam penanganan wabah ini yaitu untuk memastikan ketersediaan stok yang aman.
Membuktikan hal itu, meski masih tersedia lebih dari seribu ton beras di gudang, namun Bulog tetap melakukan pengadaan untuk ‘make sure’ atau memastikan bahwa stok bener-benar aman.
“Jadi kami tidak menunggu sampai habis dulu, artinya stok harus tetap ada. Beras tetap tersedia dan masyarakat tidak panik terhadap kelangkaan bahan pokok, sehingga tidak menimbulkan kekacauan harga,” tambahnya.
Rendy berpesan agar masya­rakat tidak perlu khawatir terhadap kelangkaan bahan pangan, terutama beras. Sebab stok di gudang bulog masih sangat aman, bahkan beberapa kali gudang tersebut disidak oleh walikota maupun instansi terkait.
“Kami juga selalu diawasi oleh intel setiap hariny, dan semua baik-baik saja. Kami pun sangat terbuka jika ada pihak-pihak yang ingin memastikan kondisi gudang. Karena saya tidak hanya sekedar berbicara masalah angka tetapi fisiknya juga ada,” pungkasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed