oleh

Buka – Tutup Pos Perbatasan Tuai Pro dan Kontra

-Metro-121 views

SORONG- Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Maybrat untuk membatasi Jam, hari dan waktu masuk-keluar Maybrat hanya tiga hari yakni Senin, Rabu dan Jumat mulai pukul 10.00-15.00 WIT menuai pro dan kontra di Masyarakat. Salah satunya disampaikan Ferdin yang kesehariannya berprofesi buruh tani dan juga Ibu Rumah Tangga (IRT) mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Maybrat. 

Menurut Ibu 3 Anak itu bahwa kebijakan tersebut sangat baik guna memutus mata rantai penyebaran bencana Covid-19 masuk di Kabupaten Maybrat, “ Kebijakan Bupati sudah sangat tepat untuk mencegah mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Maybrat.“ tandas seorang ibu asal Kabupaten Maybrat itu sembari menambahkan bahwa tradisi budaya Maybrat yang syaratt dengan hukum Isti, membuat pemerintah harus mengambil langkah-langkah tegas.

Secara terpisah, Maurids K. melalui sambungan telepon seluler punya pendapat berbeda. Dikatakannya bahwa prinsipnya mendukung kebijakan pemerintah daerah untuk memperketat akses masuk manusia dan barang di Maybrat. Hanya saja menyangkut ketentuan hari dan waktu perlu ditinjau atau evaluasi kembali. “Kalau bisa palang dibuka setiap hari dari pagi pukul 06.00 pagi-18.00 sore, mengingat ada yang punya keperluan beda – beda. “ucapnya.

Secara terpisah, Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim,MM kepada Radar Sorong menjelaskan bahwa, langkah yang dilakukan tersebut telah dikaji dan diputuskan atas dasar beberapa pertimbangan. Yang pertama, lanjut Sagrim adalah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Yang berikut bahwa tiga hari waktu yang diberikan itu sudah cukup untuk masyarakat yang bepergian keluar dan atau masuk Maybrat untuk keperluan terutama keperluan untuk berbelanja dan lain-lain.

Dan yang terpenting, lanjut Sagrim adalah pembatasan waktu buka tutup palang mulai jam 10 pagi dan tutup 15.00 WIT karena mempertimbangkan kondisi geografis dan cuaca yang cenderung hujan setiap hari di wilayah Kabupaten Maybrat. “Kami tahu, bahwa di wilayah Maybrat ini curah hujannya cukup tinggi setiap hari, dengan keadaan seperti ini (kondisi dingin) bisa perpotensi membuat virus hidup lebih lama, menempel  dan otomatis tertular lewat kontak lansung maupun tidak langsung melalui manusia atau barang,” tandas bupati. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed