oleh

BPS Tidak Tangani Data Penerima BST

Kepala Badan Pusat Stastistik (BPS) Kabupaten Kaimana, Melianus Y. Wamafma, mengatakan jika pihaknya sudah tidak berhubungan langsung tentang data maupun program yang menyangkut penanggulangan kemiskinan.
“Kenapa seperti itu, karena di tahun 2015 yang silam, BPS sendiri sudah melakukan kegiatan pendataan sosial ekonomi masyarakat dan BPS sudah menyerahkan sendiri kepada Kementerian Sosial. Pekerjaan selanjutnya menjadi tugas dan tanggung jawab Kementerian Sosial hingga sampai di daerah,” tegasnya ketika dikonfirmasi di ruang kerjannya, Rabu (9/9).
Dikatakan Wamafma, pandemi Covid-19 ini telah membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat, terlebih khusus keluarga yang kurang mampu, sehingga pemerintah memberikan program melalui BST kepada masyarakat yang kurang mampu.
“Karena kita sudah tidak tangani lagi, sehingga yang diharapkan pemerintah daerah, bisa mengupdate rumah tangga itu sampai dengan kondisi terkini. Kita bisa lakukan, kecuali ada perintah dari pemerintah pusat melalui Presiden,” katanya.
“Tetapi karena tidak ada, dan kami juga sudah tidak punya hubungan dengan data terkait rumah tangga yang seharusnya mendapat program BST akibat dampak dari Covid-19 ini,” imbuhnya. Data yang berhasil dihimpun wartawan, penerima BST untuk wilayah Kabupaten Kaimana sebanyak 1.969 KK dengan alokasi dana sebesar Rp. 3.544.200.000.
Alokasi anggaran tersebut diperoleh dari jumlah kepala keluarga (KK) kurang mampu yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial RI, dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) yang disampaikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Kaimana.Selain 1.969 KK penerima BST melalui Kantor Pos Kaimana, ada sebanyak 88 KK disalurkan melalui Bank BRI dan 9 KK melalui BNI. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed