oleh

BPS PB Paparkan Sidassken ke Pemprov PB

-Manokwari-1.292 views

MANOKWARI– Badan  Pusat Statistik Provinsi Papua Barat memaparkan Sistem Informasi Data Sektoral Satu Noken (Sidassken) kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat (pemprov PB), Senin (14/1).

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacana, Wagub Mohamad Lakotani dan Sekda Drs Nathaniel Mandacan serta para pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) mendengarkan pemaparan dari Kepala BPS (Badan  Pusat Statistik) Provinsi Papua Barat, Endang Retno Sri Subiyandini tentang sistem pengelolaan satu data yang disebut Sidassken (Sistem Informasi Data Sektoral Satu Noken), Senin (14/1) di ruang pertemuan kantor gubernur.

Kepala BPS PB menjelaskan, Sistem Informasi Data Sektoral Satu Noken (Sidassken) merupakan sinergitas dan kolaborasi BPS dan OPD di Provinsi Papua Barat, yang nantinya akan menjadi portal satu data khususnya data-data sektoral yang bersumber dari OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Sumber data statistik dasar lanjut Endang Retno, didapat dari data yang dihasilkan oleh BPS. Data statistik sektoral didapatkan dari himpunan data yang dihasilkan oleh OPD, badan, lembaga, instansi serta Perguruan Tinggi di suatu daerah, khususnya dalam hal ini di wilayah Provinsi Papua Barat.

“Pengumpulan dan penyediaan data pembangunan daerah yang terdiri atas data primer dan turunannya dari organisasi pemerintah daerah, serta kompilasi data sekunder dan olahannya sehingga terwujudnya data yang berkualitas, komprehensif dan terpadu hingga tingkat wilayah terkecil,” jelas Retno di hadapan gubernur, wagub dan pimpinan OPD.

Pemanfaatan data dan informasi statistik sesuai dengan perundangan yang berlaku serta dukungan dan komitmen dari stakeholder untuk sharing data dan informasi guna menghindari adanya duplikasi.  Pengembangan sistem informasi statistik dengan terbangunnya web portal Sistem Informasi Data Sektoral Satu Noken.

“Terwujudnya Portal Satu Data dalam bentuk Sistem Informasi Data Sektoral Satu Noken Pembangunan Daerah di Provinsi Papua Barat sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam mengoptimalkan hasil pekerjaan, meningkatkan komitmen, kerjasama dan sinergitas data demi terciptanya data yang berkualitas antara stakeholder penghasil data untuk perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah,” tandasnya.

Sidassken  ini diluncurkan pertengahan tahun 2018. Namun, hingga saat ini web portal Sidassken ini belum dimanfaatkan OPD. Hanya ada satu-dua OPD yang memasukkan data, itupun masih sangat terbatas.

Gubernur meminta OPD untuk memanfaatkan sistem informasi data satu noken ini. Dia menilai data-data yang ada dapat digunakan sebagai perencanaan program pembangunan. “Perencanaan harus berdasarkan data. Seperti kondisi kesehatan, pendidikan, dengan data yang baik, maka perencanaan dapat disusun dengan baik,” ujarnya Gubernur.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed