oleh

BPOM Pamerkan Hasil Sitaan

-Kilas, Metro-134 views

SORONG – Maraknya perdagangan produk obat-obatan dan pangan berbahaya yang semakin tak terkendali mendorong BPOM Sorong melalui fungsi Infokom untuk mengadakan kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat di pusat perbelanjaan. Kegiatan ini merupakan pameran hasil sitaan BPOM untuk produk yang tak memiliki izin edar.
”Ini sampel hasil sitaan kami dari akhir tahun 2018, rata-rata yang kami pamerkan disini adalah kosmetik dan obat tradisional tanpa izin edar. Jadi semuanya ini adalah hasil dari pemeriksaan kami. Kita juga Sambil edukasi kepada masyarakat terkait cara membedakan produk yang benar-benar punya izin edar dengan produk yang palsu,” ujar Agnes Sapakoly, S.TP selaku Pengawas farmasi dan makanan ahli pertama Loka POM Sorong.
Dijelaskannya beberapa produk hasil sitaan tersebut juga sebenernya telah menggunakan merek yang terkenal, sayangnya tidak sesuai atau dipalsukan. Keaslian suatu produk dapat diketahui ­dengan melakukan pengecekan nomor izin edarnya.
Hal tersebut dengan mudah dilakukan sendiri oleh masyarakat dengan menggunakan aplikasi BPOM Mobile.
”Kami juga jelaskan terkait nomor izin edar BPOM dengan menunjukkan contoh pada produk yang ada, caranya gampang lewat BPOM Mobile. Juga dilakukan edukasi terkait bagaimana memilih ­produk pangan dan obat-obatan dan kosmetik yang aman,” lanjutnya.
Sementara itu, rekan seprofesinya, Isna Asri ­Arumsari, S.Farm., Apt menambahkan, pihaknya juga memberikan edukasi dasar untuk memilih produk sebelum membeli. Seperti tidak membeli produk yang kemasannya rusak (peyot atau bocor), cek nomor izin edar BPOM, cek tanggal kadaluarsa dan cek label atau penandaan yang ada pada produk.
”Itu semua jangan sampai dilupakan, karena keamanan daripada produk yang tidak memiliki izin edar tidak bisa dijamin sebab belum didaftarkan untuk pengujiannya,” imbuh Isna.
Dirinya mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dan cerdas dalam memilih produk pangan, kosmetik, obat tradisional maupun suplemen kesehatan.
Isna juga menyarankan masya­rakat menggunakan aplikasi BPOM Mobile untuk lebih mudah mengetahui status keamanan produk yang dibeli. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed