oleh

BP Jamsostek Targetkan Pencairan 10.451 Beasiswa

SORONG – Sebanyak 10.451 ahli waris peserta BP Jamsostek di seluruh Indonesia akan menerima beasiswa pendidikan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) BP sebelum 1 Syawal 1442 Hijriah atau sebelum 13 Mei 2021 mendatang. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama BP Jamsostek, Anggoro Eko Cahyo saat menyerahkan beasiswa kepada beberapa perwakilan penerima di Jakarta, yang juga diikuti secara serentak melalui virtual zoom oleh Kantor Cabang BP Jamsostek di 33 Provinsi.

“Seluruh pembayaran beasiswa akan selesai dilakukan dan secara simultan klaim pengajuan pembayaran manfaat beasiswa yang baru juga langsung dapat ditunaikan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah. Ini sudah menjadi komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik bagi peserta dan keluarga. Harapan kami, beasiswa ini dapat segera tersalurkan dan dimanfaatkan oleh ahli waris untuk mendukung pendidikan anak mendiang pekerja,” terang Anggoro.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Dikesempatan terpisah, Kepala Cabang BP Jamsosotek Papua Barat, Mintje Wattu merincikan bahwa Kantor BP Jamsosotek Papua Barat juga akan menyerahkan beasiswa serupa kepada puluhan ahli waris peserta BP Jamsosotek. Namun pada kesempatan tersebut, hanya 3 penerima beasiswa yang dihadirkan untuk mengikuti seremoni. Dikatakannya, beasisiwa pendidikan tersebut diberikan secara bertahap setiap tahunnya.

“Pembayarannya dicicil, karena kalau dibayarkan sekaligus namanya bukan beasiswa. Jangan sampai begitu kami bayarkan sekaligus dalam jumlah total yang lumayan besar malah digunakan untuk kebutuhan lain, sehingga kebutuhan untuk pendidikan tidak terpenuhi. Jadi setiap tahun dicairkan, mereka menyerahkan data sekalian ambil,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Ida Fauziyah berharap beasiswa tersebut dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan mengenyam pendidikan demi menggapai impian. Dikatakannya pendidikan adalah kebutuhan mendasar bagi siapapun, sehingga negara secara sungguh-sungguh hadir untuk menjamin kesejahteraan para pekerja termasuk keluarganya.

“Pendidikan adalah kebutuhan mendasar yang mutlak harus dimiliki setiap anak. Pendidikan bukan hanya milik anak-anak yang masih memiliki orang tua, melainkan menjadi hak setiap anak. Oleh karenanya pemerintah bersama BP Jamsostek hadir untuk memberikan jaminan beasiswa bagi ahli waris yang telah ditinggalkan mendiang orang tua. Anak-anak yang sudah tidak memiliki orang tua jangan patah semangat, jangan takut bermimpi. Karena BP Jamsostek akan mewujudkan mimpi itu,” tandasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed