oleh

BP Jamsostek Serahkan Santunan Kematian

-Ekonomi-77 views

SORONG – BP Jamsostek Papua Barat menyerahkan santunan program Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga orang ahli waris yang suaminya telah meninggal dunia. Tiga orang ahli waris tersebut masing-masing yakni ­Yuliance Mubalus, Yunita Bosom dan Marni Muhammad. Ketiga pekerja yang dimaksud meninggal dunia dikarenakan sakit.
Kepala BP Jamsostek Papua Barat, Mintje Wattu atas nama management BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Barat menyampaikan turut ­berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya orang terkasih yang merupakan tulang punggung keluarga.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. Santunan yang diberikan hari ini (kemarin,Red) bukan untuk menggantikan orang tercinta yang telah pergi, karena kehadiran orang tercinta dikala hidup tidak sebanding dengan nilai santunan yang diberikan. ­Tetapi ini bukti bahwa almarhum mencintai keluarga sehingga ketika almarhum meninggal ada yang ditinggalkan untuk istri dan anak-anak,” kata Mintje Wattu Senin (29/6).
Berkaitan dengan hal ini, Mintje juga berterima kasih kepada pimpinan ­perusahaan yang telah mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BP Jamsostek. Sebab dengan itu, kepergian para pekerja tidak menjadi beban lagi bagi perusahaan. Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Sorong, Elisabeth Nauw yang dikonfirmasi Radar Sorong sangat mengapresiasi kinerja BP Jamsostek. Karena program BP Jamsostek banyak memberi manfaat kepada masyarakat terutama kepada tenaga kerja. Dia berharap kedepanya BP Jamsostek lebih banyak melakukan ­sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat agar bisa terdaftar dan ikut dalam program jaminan sosial tersebut.
“Semoga penyerahan santunan ini bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan. ­Dengan iuran Rp 16.800, mereka bisa dapatkan manfaat yang luar biasa. Ketika yang bersangkutan mengalami kecelakaan kerja hingga menyebabkan kematian, keluarga bisa datang mengurus klaim untuk mendapatkan santunannya. Saya secara pribadi ingin mendorong program ini untuk mama-­mama Papua dan masyarakat kecil. Bahwa dengan iuran yang tidak seberapa, ketika terjadi ­sesuatu, ada manfaat yang didapat,” kata Elis.
Pihak manajemen BP Jamsostek kembali menegaskan bahwa pengurusan klaim BP Jamsostek bukanlah hal yang sulit.
“Semua alur sudah jelas dan sangat mudah, ahli waris ­sehingga diimbau agar dapat mengurusnya sendiri tanpa melalui perantara. Peserta datang ke kantor BP Jamsostek untuk memasukkan berkas, selanjutnya pihak BP Jamsostek akan langsung memproses klaim santunannya,” tutup Mintje.(ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed