oleh

BP Jamsostek Dorong Pemda Lindungi Pekerja

SORONG – Pentingnya memberikan perlindungan kepada pekerja menjadi alasan besar mengapa BP Jamsostek dalam rapat monitoring evaluasi bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sorong, I Ketut Maha Agung mendorong pemerintah daerah di Papua Barat untuk mendaftar pekerjanya menjadi peserta BP Jamsostek. Rapat Monev yang dihadiri Bupati dari beberapa daerah di Sorong Raya ini menjadi wadah bagi BP Jamsostek untuk bagaimana memperkenalkan berjuta manfaat dari program BP Jamsostek ini.
Kepala BP Jamsostek Cabang Papua Barat, Mintje Wattu mengungkapkan dalam penekanannya bahwa pemerintah harus paham setiap orang yang bekerja di lingkungan pemerintah daerah non ASN perlu mendapatkan perlindungan.

Penyerahan bantuan sembako secara simbolis oleh BP Jamsostek kepada Bupati Tambrauw.


“Sehingga semua pemangku kepentingan yang ada di Sorong Raya wajib ­melindungi non ASN yang bekerja pada mereka. Non ASN dan aparatur kampung itu perlu untuk dilindungi. Maka kami melakukan monitoring evaluasi bersama Kejari Sorong yang membawahi Sorong Raya, agar yang belum menjalankan ini segera melakukan,” ungkap Mintje, Rabu (29/7).
Diungkapkannya beberapa daerah di Sorong Raya memang sudah mendaftarkan pekerja non ASN-nya. Namun ada juga beberapa daerah yang belum aware, seperti contohnya non ASN di Kaimana. Sementara di beberapa daerah lain sudah cukup bagus bahkan sudah lahir perda disana.
“Jenis program yang diikuti adalah resiko kecelakaan ­kerja, kematian dan beberapa daerah yang bersedia ikut tabungan hari tua. Jadi ketika nanti sudah tidak bekerja sebagai operator kampung maka ada tabungan yang bisa diterima,” lanjutnya.
Tak disangka beberapa daerah yang belum memiliki perda bahkan bersedia menandatangani MOU dalam kegiatan monev kali ini, contohnya Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Maybrat. Untuk itu pihak BP Jamsostek berupaya mendorong lahirnya perda di daerah tersebut.
“Tentu saja kami dorong supaya bisa lahir Perda ­disana. Saat ini sedang kami godog bersama pemerintah daerah,” tukas Mintje.
Bupati Tambrauw, Gabriel Asem saat ditemui usai mengisi sambutan mengungkapkan betapa besarnya manfaatyang bisa didapatkan dari program BP Jamsostek tersebut. Bahkan masyarakatnya sudah didaftarkan sejak 2018 silam dengan iuran dibayarkanenggunakan dana APBD Kabupaten Tambrauw.
“Manfaatnya sudah didapat. Kemudian juga yang mendapat proteksi langsung yaitu ketika mengalami kecelakaan kerja sebanyak 1 orang, ­sebesar Rp 147.886. 000 dan meninggal biasa sebanyak 3 orang Rp 42.000.000 per orang,” bebernya.
Kedepannya dirinya berharap bisa seluruh masyarakatnya bisa terproteksi BP Jamsostek.
“Kita baru di aparatur kampung dan tenaga honorer saja. Ke depan akan kita lihat kemampuan APBD kita, kalau memang mencukupi akan kita kita programkan untuk masyarakat juga,” tandasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed