oleh

Bongkar Muat Peti Kemas Meningkat

-Ekonomi-144 views

SORONG – Meskipun di tahun 2020 ini dihadapkan dengan pandemic Covid-19 yang melumpuhkan segala sendi perekonomian bangsa, namun, kegiatan bongkar muat peti kemas di Sorong justru mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019.
Terhintung sejak Januari hingga November 2020 , bongkat muat peti kemas sudah mencapai 47,600 sedangkan tahun 2019 hanya 46.000. GM PT Pelindo IV Cabang Sorong, Raflin Halid menjelaskan karena saat ini Sorong merupakan hop bagi Papua sehingga pertumbuhan peti kemas mulai meningkat bahkan sejak tahun 2019 lalu. Karena, pelayaran mengambil jalur transit yang menuntut pada efisiensi sejak masa pandemic sehingga semua kapal barang melalui Sorong, dan selanjutnya dari Sorong yang mendistribusikan ke pulau-pulau.

“Dulu, mungkin sekitar 4 kali dalam seminggu kapal bisa masuk di seluruh Pelabuhan di Papua tapi sekarang melalui Sorong saja nanti dari Sorong mulai didistribusikan sehingga lalu lintas bongkar muat peti kemas cenderung naik,”jelas Raflin Halid kepada wartawan.
Menurut GM Pelindo IV, saat ini muatan atas komoditi pertanian maupun konsumsi di Sorong Raya ini tetap stabil dan tidak ada penurunan. Khususnya komoditas pertanian cenderung mengalami peningkatan berbeda dengan industri yang justu terdampak Covid-19.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Karena kita memang konsentrasi ke pertanian, kita tahu juga laporan BPS secara keseluruhan yang tumbuh adalah sektor pertanian. Industri dan lainnya semua kena efek pandemic,”jelasnya.
Sementara itu, dengan bertumbuhnya bongkar muat di Pelabuhan Sorong menunjukkan meningkatkan perekonomian di Sorong, sambung GM Pelindo IV bahwa berdasarkan kajian ekonomi yang disampaikan oleh BPS itu bahwa perekonomian di Papua dan Papua Barat memang bertumbuh meskipun hanya dalam skala kecil.
“Seharusnya tumbuhnya lebih besar tapi karena masa pandemi Covid ini, perekonomian di Papua dan Papua Barat juga tetap bertumbuh namun dalam skala yang kecil,”tuturnya.
Oleh sebab itu, masyarakat Papua harus bersyukur meskipun di landa pandemic Covid, namun perekonomian tetap bertumbuh. Ditambahakan GM Pelindo IV, meskipun peti kemas bertumbuh, namun kunjungan kapal penumpang cenderung stabil atau tidak bertumbuh lantaran kapal penumpang tidak beroperasi serta penumpang pun sedikit yang keluar dari embarkasi dan debarkasi dari pelabuhan Sorong sebab adanya pembatasan sosial yang dilakukan oleh pemerintah.

Tahun 2021, Pelindo IV akan dilengkapi dengan dua kontainer crane dan dua Eepiji crane untuk menuju ke arah terminal peti kemas Sorong. Sehingga, Pelabuhan Sorong menjadi terminal peti kemas Sorong terealisasi di tahun 2021.
Sambung GM untuk Pelabuhan eksisting itu ada 300.000 ditambah dengan 5 Ha lahan reklamasi yang saat ini sementara dikerjakan.
“Itu merupakan program Padat Karya yang mencapai 5 hektar sehingga dapat menampung sekitar 400.000 ribu, jadi kedepannya kita bisa dapat 700san ribu peti kemas dan proyeksi itu hingga tahun 2030, Pelindo IV sudah siap,”pungkasnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed