oleh

BNN Musnahkan 2 Kg Ganja

-Metro-56 views

AIMAS – Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua Barat musnahkan 2 kilogram ganja asal Jayapura yang dibawa oleh pria berinisial JHT (26) dalam perjalanan udaranya menuju Bandara DEO Sorong. Ganja tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Polsek Aimas, Rabu (24/3).

Koordinator Bidang Pemberantasan dan Intelejen BNN Papua Barat, Ahmad Arsyad mengungkapkan bahwa JHT sudah dicurigai karena gelagatnya yang mencurigakan. Menindaklanjuti hal tersebut, Tim Berantas BNN bekerjasama dengan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Sorong untuk melakukan pemantauan terhadap JHT. Meski sempat mengelak, namun dari hasil penggeledahan ditemukan BB ganja yang disembunyikan di tumpukan baju di dalam kopernya.

“Kami memutuskan untuk sama-sama melakukan pemantauan dan ternyata kecurigaan kami benar. Setelah menunjukkan surat perintah tugas, yang bersangkutan diamankan oleh Tim Berantas BNN. Kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukanlah BB ganja tersebut yang diselipkan diantara pakaian yang dibawanya,” jelas Ahmad.

Dikatakannya Ahmad, berdasarkan keterangan JHT, ganja tersebut memang didapatkan dari rekannya di Jayapura, berinisial JB. Selanjutnya ganja tersebut dibawa masuk ke Sorong guna diperjualbelikan. Selain ganja, beberapa BB lain juga disita oleh Tim Berantas BNN guna penyelidikan lebih lanjut.

Informasi yang diterima Radar Sorong, JHT merupakan orang lama yang yang juga pernah tersandung kasus yang sama. Oleh karena hal tersebut, JHT dimungkinkan akan menerima pemberatan hukuman pada kasus yang kedua ini, apalagi dirinya termasuk dalam kategori pengedar.

“Karena ini juga kedua kalinya JHT tertangkap, tentu hukumannya akan ada pemberatan. Sementara ini yang bersangkitan dijerat pasal 111, pasal 114 (2) subsider pasal 131, lebih subsider pasal 127 (1) huruf A UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara bahkan seumur hidup,” jelasnya.

Ditambahkan Ahmad, saat ini JHT masih menjadi tahanan BNN sebelum selanjutnya akan dilimpahkan ke Kejaksaan. Sementara JB, rekan JHT yang saat ini masih berada di Jayapura statusnya masih dalam penyelidikan pihak BNN. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed