oleh

BLK Distribusikan Ribuan Alat Kesehatan

-Metro-237 views

SORONG– Selama masa tanggap Covid-19, Balai Latihan Kerja (BLK) Sorong telah melatih sekitar 400 orang untuk memproduksi empat alat protokol kesehatan seperti wastafel portable, masker, baju Hazmat dan face shield. Pelatihan ini berlangsung dari bulan Mei hingga pertengahan Agustus 2020 nanti. Namun hingga saat ini BLK Sorong telah memproduksi ribuan alat kesehatan yang telah didistribusikan ke berbagai tempat, Selasa (21/7).

Dimana, masker sebanyak 16.780 buah, face shield 3.280 buah, baju Hazmat 640 buah dan Wastafel Portabel sebanyak 64 buah. Hasil dari pelatihan tanggap Covid-19 ini, BLK Sorong telah distribusikan ke berbagai tempat diantaranya Satgas Covid-19 Kota Sorong, Korem 181/PVT Provinsi Papua Barat, Polresta Sorong, rumah ibadah, pondok pesantren di Kota Sorong maupun Manokwari, sekolah hingga beberapa tempat lainnya. 

Kepala BLK Sorong, Herman Bija, S.T.,M.Si menjelaskan, hingga pertengahan Agustus 2020 nanti, pihaknya menargetkan 80 wastafel portable yang dibuat oleh 5 kelas peserta pelatihan, kemudian 10 angkatan akan membuat 42.000 masker, sementara itu 3 angkatan akan membuat 960 baju Hazmat dan 7 angkatan akan membuat 5.600 faceshield.

“Untuk durasi pelatihan, setiap angkatan itu akan berlatih selama 10 hari atau kurang lebih 80 jam pelatihan. Dan mereka yang dilatih untuk membuat peralatan kesehatan ini adalah masyarakat umum yang memang terdampak Covid-19 misalnya UMKM, buruh harian mupun buruh lepas dan lain sebagainya,”ungkapnya.

Akan tetapi, sambung Herman, khusus untuk pembuatan baju Hazmat diusahakan adalah orang yang mempunyai latar belakang bisa mengoperasikan mesin jahit.

Ia menyebutkan, program ini, tergantung pada kebijakan Pemerintah Pusat, sebab BLK ini berada dibawah Kementerian Ketenagakerjaan sehingga pihaknya senantiasa menunggu arahan dari Menteri Ketenagakerjaan. menayakan terkait kendala selama pembuatan alat kesehatan, Herman mengakui ia memiliki kendala pada bahan baku pembuatan.

“Kendala kami di Sorong terutama masalah bahan baku. Misalnya untuk pembuatan masker itu tidak sembarang kain sehingga kami kesulitan. Untuk Faceshield itu mikanya maupun peralatan yang digunakan dan juga baju hazmat memang bahan itu tidak ada di sini jadi umumnya kami bisa peroleh dari Makassar maupun Kota Jakarta,”terangnya.

Diakui Herman, pembagian alat kesehatan ini secara gratis mengingat pendanaanya berasal dari ABPN BLK yang akan digunakan untuk pelatihan regular namun dengan adanya pandemic Covid-18 ini, maka Kementerian Ketenagakerjaan membuat kebijakan melakukan refocusing anggaran ke pelatihan tanggap Covid-19.

“Sehingga kami bisa hasilkan produk seperti ini yang dan didistribusikan kepada masyarakat untuk bisa digunakan oleh masyarakat,”terangnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed