oleh

BI Papua Barat Gelar Karya Kreatif Indonesia

-Ekonomi-75 views

MANOKWARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat menyelenggarakan Pamerah Karya Kreatif Indonesia 2012 di Swiss-belhotel Manokwari.
Menampilkan beragam produk unggulan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), dibuka Wakil Gubernur, Mohamad Lakotani, Rabu (3/3/2021).
Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Barat,Rut Eka Trisilowati mengatakan, Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 ini untuk mendukung gerakan nasional bangga buatan Indonesia. Tahun 2020 digelar sebanyak 3 kali secara virtual dan 2021 juga 3 kali.
Lewat KKI ini, Bank Indonesia ingin menampilkan sejumlah karya UMKM yang memanfaatkan potensi lokal. ‘’Kita juga bersinergis dengan institusi lain yang memiliki misi yang sama yakni, hilirisasi UMKM yang berkelanjutan,’’ ujarnya. Lebih lanjut Rut Eka Trisilowati berharap, lewat KKI ini, UMKM dapat berbenah diri melihat kompetititor atau persain, sejaun mana melangkah. UMKM didorong terus mengembangkan usaha. Kalau produk yang dihasilkan kuliner maka perlu ada sertifikasi halal, juga memiliki izin BPOM yang menyatakan kandungan gizinya sehat. UMKM juga diharapkan dapat memanfatkan platform digital dalam memasarkan produk, misalnya lewat tokopedia, bukalapak dan lainnya.

‘’Lewat KKI ini kesempatan bagi UMKM untuk koreksi dan kembangkan diri. Pameran ini juga disorot secara virtual, akan jadi ajang bertemunya investor dengan UMKM.
Dari sini UMKM dapat mengembangkan pengetahuan dan kapasitas,’’ ujarnya.
Produk UMKM yang ditampilkan pada KKI, kemarin, di antaranya hasil kerajinan tas noken, produk makanan berbahan lokal, serta coklat batang produksi UMKM Kabupaten Manokwari Selatan. Selain itu, kemarin, BI juga menandatangani kerjasama dengan Dekranasda Papua Barat dalam pembinaan UMKM.
BI berpandangan Dekranasda memiliki banyak UMKM binaan. BI Perwakilan Papua Barat menyerahkan bantuan senilai Rp 200 juta merupakan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) kepada 11 UMKM, di antaranya Mansinam Art, Galery Mansar Apus, Noken Arfak, Noken Enago, Kakopa Galeri dan Anggi Mart.

‘’Bantuan dari Bank Indonesia bukan dalam bentuk uang tunai, tetapi lebih teknis seperti mesin-mesin, peningkatan kapasitas.
Kita mau UMKM yang didampingi rata-rata 3 tahun. UMKM saling menyerap ilmu untuk mengembangkan diri,’’ ujar Rut Eka Trisilowati.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed